Jepara – Pasokan BBM khususnya Solar di SPDN ( Solar Packed Dealer Nelayan) desa Kedungmalang kecamatan Kedung saat ini cukup. Setiap hari SPDN ini melayani pembelian solar kepada Nelayan di area kecamatan Kedung mulai dari desa Kedungmalang , Karangaji ,Panggung dan Tedunan.
Namun pembelian BBM solar subsidi ini tidak bisa bebas seperti dahulu , Namu nada syarat khusus harus menyertakanaSurat rekom dari Dinas Perikanan. Surat ini didapat dengan menyertakan beberapa syarat, . Dengan surat rekom ini nelayanh bisa membeli solar ke SPBN danSPDN yang ditunjuk Dinas Perikanan.
Junaed operator SPDN 48 594 02 KUD Dwi Karyo Mino pada kabarseputarmuria mengatakan, saat ini pasokan BBM Solar Subsidi lancar setiap harinya. Setiap hari SPDN ini dikirim 16 KL atau setara 16.000 liter untuk nelayan di area Jepara Selatan.
“ Untuk jamnya tidak tentu ketika usai bongkar kita kabari pada nelayan untuk mengambilnya. Adapun harga dari sini Rp 6.800 perliternya . Yang bisa beli disini adalah nelayan yang telah tercatat dan memasukkan rekom “, kata Junaed Rabu 5/3/2025.
Ditambahkan, setelah ada pasokan setiap harinya nelayan saat ini bisa melaut dengan tenang. Apalagi saat ini lau tidak ombak lagi. Sehingga hampir semua nelayan memanfaatkan cuaca baik untuk mencari ikan di laut.
“ Memang sebelum ini kadang kurang pasokannya karena belum ada tambahan . Namun saat ini cukup karena setiap hari ada kiriman . Sehingga laut ramai seperti ini semua nelayan bisa melaut . Dengan syarat pemakaian BBM Solar standar untuk setiap nelayan “, kata Junaed.
Slamet ( bukan nama sebenarnya ) Nelayan desa Kedungmalang pada kabarseputarmuria mengatakan untuk hari hari usai ombak ini pasokan BBM Solar di SPDN Kedungmalang cukup. Sehingga setiap hari nelayan bisa melaut mencari nafkah ke laut.
“ Hari ini saya prei dulu karena tak enak badan selain itu hasilnya juga biasa biasa saja. Ya sehari dengan Modal Rp 500 ribu untuk BBM dan bekal pulang ya bis adapt hasil Rp 600-700 ribu . Namun jika laut sedang ramai sekali miyang bisa dapat hasil Rp 1,5 juta – 2 juta “, kata Slamet. ( Pak Muin )