KENDAL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 182 menggelar program edukatif bertajuk “BOBA” (Belajar Olah Beragam Rasa) bagi anak-anak di Posko KKN  Desa Pucangrejo, Kabupaten Kendal, pukul 20.00 wib Kamis (20/8).

Kegiatan ini menjadi upaya mengenalkan pentingnya mengenali dan mengelola emosi sejak usia dini. Kegiatan yang diikuti sebanyak 14 peserta dari jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) itu dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi dan simulasi sederhana. Para peserta diajak mengenali berbagai emosi dasar sekaligus memahami cara merespons perasaan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa KKN Posko 182 memperkenalkan sejumlah emosi dasar, seperti bahagia, sedih, marah, takut, dan kecewa. Berbagai emosi tersebut diperkenalkan melalui konsep “beragam rasa” agar materi mengenai pengelolaan emosi yang cukup beragam dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak sesuai dengan perkembangan usia mereka.

Dewa selaku penanggungjawab kegiatan, mengatakan program “BOBA” dirancang untuk membantu anak-anak memahami bahwa setiap emosi merupakan bagian dari kehidupan yang perlu dikenali dan dikelola dengan baik. Menurutnya, pengenalan emosi sejak dini penting agar anak memiliki kemampuan dalam merespons perasaan secara sehat.

Melalui BOBA, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa setiap emosi yang mereka rasakan merupakan hal yang wajar. Yang penting adalah bagaimana mereka bisa mengenali dan mengelola emosi tersebut dengan cara yang baik,” ujar Dewa.

Lala, salah satu pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa metode penyampaian materi disesuaikan dengan karakteristik peserta yang berasal dari jenjang TK hingga SD. Pendekatan melalui permainan, simulasi, dan aktivitas kreatif digunakan agar anak-anak tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga dapat mempraktikkannya.

“Kami berusaha menyampaikan materi dengan cara yang dekat dengan dunia anak-anak. Mereka diajak mengenali rasa bahagia, sedih, marah, takut, maupun kecewa, kemudian belajar bagaimana cara menghadapinya, misalnya dengan menarik napas, menggambar, atau bercerita kepada orang yang mereka percaya,” jelas Lala.

Tidak hanya mendapatkan materi, para peserta juga diajak mempraktikkan sejumlah cara sederhana dalam mengelola emosi. Anak-anak dikenalkan dengan teknik menarik napas dalam-dalam ketika merasa panik atau marah, mengekspresikan perasaan melalui gambar, serta berani menceritakan perasaan kepada orang tua atau guru ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman.

Selain itu, peserta juga terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengenalan dan pengelolaan emosi.

Salah satu peserta, Elvina, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti program “Boba”. Menurutnya, kegiatan yang dikemas melalui permainan dan praktik membuat materi mengenai emosi lebih mudah dipahami.

“Saya jadi tahu kalau marah, sedih, atau takut itu boleh, tetapi kita harus tahu bagaimana cara mengatasinya misalnya lebih baik saya diam pas lagi marah. Saya juga senang karena bisa belajar sambil bermain,” ungkap Elvina.

Melalui program “Boba”, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 182 berharap edukasi mengenai pengelolaan emosi dapat membantu anak-anak mengenali perasaan yang mereka alami serta membiasakan diri merespons emosi secara sehat. Edukasi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mendukung pembentukan karakter anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memahami dan mengelola emosinya dalam kehidupan sehari-hari.

Sef Al Musa