Demak –  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan penyuluhan penanganan stunting pada balita pada tanggal 22 Mei 2026 bertempat di Gedung MWC NU Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Kegiatan ini diikuti oleh para ibu balita, kader posyandu, serta masyarakat sekitar Desa Buko yang memiliki perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Penyuluhan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap tingginya perhatian pemerintah mengenai kasus stunting yang masih menjadi permasalahan kesehatan di Desa Buko.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu yang lama, sehingga menyebabkan tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan anak seusianya.

Selain memengaruhi pertumbuhan fisik, stunting juga dapat berdampak pada perkembangan otak, kecerdasan, hingga produktivitas anak di masa depan.

Dalam kegiatan tersebut, materi penyuluhan disampaikan oleh tenaga ahli gizi dari Puskesmas Wedung I yang menjelaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita. Ia menegaskan bahwa pola makan sehat dan perhatian orang tua sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Orang tua perlu memperhatikan asupan makanan bergizi, kebersihan lingkungan, dan rutin memeriksakan kesehatan anak ke posyandu,” ujar Ibu Aini Mubarokah, A.Md.gz selaku pemateri di hadapan peserta penyuluhan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Penyuluhan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan komunikatif sehingga peserta terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan.

Materi penyuluhan meliputi pengertian stunting, penyebab stunting, dampak jangka panjang, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh keluarga.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa faktor utama penyebab stunting tidak hanya berasal dari kurangnya asupan makanan bergizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh anak, sanitasi lingkungan, kebersihan, serta kurangnya pengetahuan orang tua mengenai kesehatan anak.

Oleh karena itu, upaya penanganan stunting membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah desa, maupun masyarakat secara keseluruhan.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga disertai dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk berkonsultasi terkait permasalahan gizi anak dan pola makan sehari-hari.

Banyak ibu balita yang menyampaikan keluhan mengenai sulitnya anak makan sayur, kurangnya variasi makanan, hingga kebiasaan anak mengonsumsi jajanan yang kurang sehat.

Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi sederhana mengenai penyusunan menu sehat dan bergizi dengan memanfaatkan bahan makanan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Salah satu peserta penyuluhan mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Selama ini saya hanya tahu stunting itu anak pendek, ternyata dampaknya bisa sampai memengaruhi kecerdasan anak.

Dari penyuluhan ini saya jadi lebih paham pentingnya makanan bergizi dan pemeriksaan rutin di posyandu,” tutur seorang ibu balita warga Desa Buko.

Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin di posyandu sebagai langkah pemantauan tumbuh kembang anak. Dengan rutin mengikuti kegiatan posyandu, kondisi kesehatan balita dapat diketahui lebih awal sehingga apabila ditemukan gejala stunting dapat segera dilakukan penanganan yang tepat.

Kegiatan penyuluhan ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat maupun pihak terkait. Kepala Desa Buko menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang telah berkontribusi dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan manfaat langsung kepada warga, khususnya para orang tua yang memiliki balita. Semoga melalui edukasi ini kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting semakin meningkat,” ujar Bidan Eni Rahmawati. S, SiT.

Kehadiran mahasiswa KKN dinilai mampu memberikan semangat baru bagi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini.

Para kader posyandu juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan masyarakat mengenai stunting semakin meningkat.

Melalui program penyuluhan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menjadi bagian dari solusi dalam menekan angka stunting di Kabupaten Demak, khususnya di Desa Buko Kecamatan Wedung.

Edukasi kesehatan seperti ini diharapkan mampu membentuk pola pikir masyarakat yang lebih peduli terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak demi terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Melalui langkah kecil seperti memperhatikan asupan gizi, menjaga kebersihan lingkungan, dan rutin memeriksakan kesehatan anak, diharapkan angka stunting dapat ditekan sehingga anak-anak di Desa Buko dapat tumbuh secara optimal dan memiliki masa depan yang lebih baik.