Demak – Masalah limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah sering kali menjadi dilema di tingkat rumah tangga. Membuangnya sembarangan berisiko mencemari lingkungan, namun menyimpannya terus-menerus tentu hanya akan memenuhi ruang dapur. Melihat persoalan tersebut,
Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo mengambil inisiatif solutif dengan menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun cuci tangan berbasis pemanfaatan limbah rumah tangga tersebut.
Acara edukatif yang mengusung misi penyelamatan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga ini berlangsung di Aula Gedung Fatayat desa Bungo kecamatan Wedung pada Jumat, 22 Mei 2026. Dimulai sejak pukul 14.00 WIB hingga selesai, agenda ini sukses menarik perhatian warga setempat.
Terbukti, kurang lebih 50 peserta yang didominasi oleh ibu-ibu anggota Fatayat hadir memadati aula dengan penuh antusias untuk menyerap ilmu baru.
Dalam sesi pematerian, tim mahasiswa KKN UIN Walisongo mempraktikkan secara langsung langkah-langkah menjernihkan minyak jelantah menggunakan bahan-bahan alternatif, sebelum akhirnya diproses menjadi sabun cuci tangan yang aman, wangi, dan higienis.
Para peserta diajak melihat langsung proses kimia sederhana yang mengubah limbah kotor menjadi produk pembersih yang bernilai guna.
Kegiatan positif ini pun mendapat apresiasi tinggi dari struktur kepengurusan Fatayat. Nur Alifah, selaku Ketua Fatayat, menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas inisiatif yang dibawa oleh para mahasiswa. Menurutnya, pelatihan ini memberikan dampak ganda yang sangat nyata bagi organisasi yang dipimpinnya.
“Kami sangat mengapresiasi program kerja dari adik-adik mahasiswa KKN UIN Walisongo ini. Pelatihan ini tidak hanya membantu kami memahami pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak membuang minyak jelantah sembarangan, tetapi juga memberikan peluang keterampilan baru. Ini bisa menjadi ide usaha kreatif bagi ibu-ibu Fatayat untuk menambah pemasukan rumah tangga,” ujar Nur Alifah di sela-sela acara.
Manfaat praktis dari sosialisasi ini juga dirasakan langsung oleh para peserta di lapangan. Ibu Hidayah, salah satu anggota Fatayat yang mengikuti jalannya pelatihan dari awal hingga akhir, mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat aplikatif untuk diterapkan di dapur rumahnya sendiri.
“Jujur, selama ini saya sering bingung mau dikemanakan minyak jelantah di dapur. Ternyata lewat acara ini, kami diajari kalau limbah itu bisa disulap jadi sabun cuci tangan yang sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Cara pembuatannya pun ternyata cukup mudah dipraktikkan sendiri di rumah,” ungkap Ibu Hidayah dengan antusias.
Melalui pelatihan intensif ini, sinergi antara mahasiswa KKN UIN Walisongo dan kader Fatayat diharapkan tidak berhenti begitu saja. Keterampilan yang telah dibagikan diharapkan dapat terus berlanjut dan ditularkan kepada warga lainnya, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mendorong masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi.