Magelang  – Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Tidar 2025 melaksanakan kegiatan edukatif bertajuk “Pengenalan Anggota Tubuh dan Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual pada Anak Berkebutuhan Khusus melalui Kreasi Wayang” di SLBN dan SLB-C YPPALB Kota Magelang. Senin dan Kamis, 11 dan 14 Agustus 2025 .

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada murid-murid berkebutuhan khusus mengenai identitas diri, bagian tubuh, serta perlindungan terhadap pelecehan seksual.

Mengusung metode joyful and meaningful learning, kegiatan ini disampaikan secara interaktif dan menyenangkan sehingga mudah dipahami dan sesuai kebutuhan murid.

Pada tahap pertama, kegiatan berfokus pada pengenalan bagian tubuh, sentuhan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan, serta pengelolaan emosi.

Murid-murid diajak melindungi diri dari pelecehan seksual melalui lagu, berdiskusi ringan dengan media poster, serta mengenal berbagai macam emosi melalui simulasi sederhana.

Pendekatan ini tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi tetapi juga melatih kemampuan murid dalam mengekspresikan diri secara verbal dan nonverbal.

Gambar 1. Penyampaian materi oleh tim PKM

Selanjutnya, murid-murid dibimbing tim PKM dan guru membuat wayang dengan memanfaatkan kertas, sumpit bambu, pewarna, dan perekat sebagai media edukasi. Mereka mewarnai dan menempel gambar manusia sesuai dengan jenis kelamin ke sumpit untuk membuat wayang.

Setelah itu, peserta didik menandai bagian tubuh sesuai kategori “boleh disentuh” dengan potongan kertas berwarna hijau dan “tidak boleh disentuh” dengan potongan kertas berwarna merah.

Mereka juga menyebutkan identitas diri seperti “aku anak laki-laki atau aku anak perempuan!” sebagai bentuk penguatan konsep diri. Melalui permainan peran, peserta dilatih untuk mengekspresikan emosi dan belajar bagaimana meminta bantuan untuk menyelamatkan diri dari pelecehan seksual.


Gambar 2. Tim PKM bersama murid-murid

“Program ini kami rancang untuk membekali pengetahuan dan tindakan pencegahan pelecehan seksual sejak dini kepada murid berkebutuhan khusus karena mereka memiliki hak untuk tumbuh dalam rasa aman.”, ujar Harsi Admawati Ketua Tim PKM Universitas Tidar Magelang.

Selain itu, Ia  ingin bekerja sama dengan pihak sekolah dalam membangun lingkungan yang aman, empatik, dan menghargai demi masa depan yang lebih manusiawi dan inklusif bagi semua .

Harsi menambahkan ,dengan adanya kegiatan ini, Tim PKM Universitas Tidar berharap anak-anak berkebutuhan khusus dapat lebih memahami tubuh mereka dan mengenali batasan pribadi dengan baik.

” Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memberikan bekal perlindungan diri yang penting dan bermakna sejak dini, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif bagi semua anak”, tutup Harsi