Demak – Bagi Ahmad Djamil warga desa Betah Walang Kecamatan Bonang melukis perahu kini menjadi pekerjaan yang menghidupi keluarganya. Dari kerja borongan melukis perahu inilah ia mendapatkan penghasilan sehari hari.
Awaln ya memang hobi namun setelah ditekuni dengan serius . Hobi melukis ini bisa mendatangkan rejeki untuk keluarganya. Meski tidak lebih namun bisa untuk menyambung hidup bersama keluarga,
“ Awalnya ya coba coba dulu disekitar kampung . Satu dua perahu kok gambar dan pemilihan warnanya pas. Barulah orang orang tahu saya punya bakal melukis khususnya perahu nelayan “, aku Ahmad Djamil yang di temui kabarseputarmuria di desa Kedungmutih Minggu 20/10/2025
Di desa Kedungmutih Ahmad Djamil dapat borongan melukis perahu yang sehari harinya menjaring ikan kakap. Sehingga dalam perahu itu ada gambar ikan kakap . Selain itu pemilik perahu minta untuk diberi nama perahunya. Selain itu hiasan bunga bunga lekuk lekuk khas lukisan perahu.
“ Untuk upah borongnya tergantung panjang dan lebar perahu. semakin panjang semakin besar nilai borongnya. Namun untuk ukuran perahu sedang rata rata borongan mulai dari Rp 350 Ribu- Rp 1 juta. Kalau borongan Rp 350 ribu sekitar 2 hari “, tambah Ahmad Djamil .
Untuk pekerjaan lukis perahu ini djamil hanya tenaga saja . Semua alat dan juga bahan untuk pengecatan semua disediakan oleh pemberi jasa. Sehingga ketika awal menerima orderan ia meminta bentuk gambar perahu.
Setelah ketemu gambar kemudian barulah ditentukan harga borong . Usai kesepakatan harga barulah Djamil memberikan rincian bahan dan alat yang akan digunakan untuk pengecatan perahu .
Absor pemilik perahu ” Daviq Putra” dari desa Kedungmutih mengaku puas atas pekerjaan pengecatan perahu oleh ahmad Djamil. meskipun memiliki kekurangan dalam pendengaran lukisan ahmad djamil cukup indah dipandang. membuat perahu punyai nilai tersendiri .
“ Ia agak kurang pendengaran jadi kalau berbicara harus hadap hadapan . Ia ngertinya dari gerak bibir yang berbicara. Meskipun begitu lukisannya cukup bagus sehingga orderannya disini cukup banyak dan pindah pindah tempat “, kata Absor yang sehari harinya menjaring ikan kakap. ( Pak Muin )