Demak – Di sebuah gubug bambu yang dahulunya digunakan untuk memproses kepiting rajungan ada dua makam dengan 4 nisan. Gubug itu kini tak tagi digunakan untuk kegiatan mengolah hasil perikanan. Namun digunakan sebagai pelindung 2 makam beberapa orang berziarah didalamnya .

Keberadaan makam itu sudah ada dua tahunan dan terus menyimpan misteri bagi warga sekitarnya . Sampai saat ini belum ada kepastian nama sosok yang di makamkan di tenmpat tersebut. Namun si pemilik gubug meyakini di dalam gubug itu dulunya adalah makam .

“ Secara langsung saya sih tidak pernah ditemui siapa sosok yang dimakamkan di gubug say aini. Namun secara batin banyak kejadian kejadian yang diluar kewajaran yang terjadi di dalam gubug ini “, kata S pemilik gubug pada kabarseputarmuria beberapa waktu yang lalu.

Dahulunya menurut S gubug tersebut digunakan untuk memproses hasil laut karena orang tua S adalah pedagang hasil laut seperti aneka ikan , udang dan kepiting rajungan. Pernah suatu kali ibunya merebus rajungan di tempat tersebut.

Secara wajar mestinya waktu yang ditunggu untuk mendidihkan air tidak begitu lama. Namun setelah di tunggu beberapa lama air didalam dandang tidak mendidih sehingga rajungan tidak matang. Melihat kondisi itu komporpun di pindah tidak begitu lama airpun mendidih dan kepitingpun matang.

“ Kejadian itu tidak sekali dicoba beberapa kali dan kondisinya juga sama air tidak mendidih . Sehingga untuk selanjutnya komporpun dipindah tidak di tempat tersebut namun digeser ke Utara . proses masaknyapu menjadi lancar “, kata S .

Selain kejadian itu masih ada kejadian kejadian diluar nalar di tempat tersebut . Bahkan ayahnya yang kini sudah meninggal pernah bercerita melihat kayu jati besar yang muncuk di sekitar tanah tersebut , Namun setelah di gali cukup dalam kayupun tak ditemukan.

Melihat kondisi itulah ia akhirnya menjadikan gubug yang dahulu untuk proses usaha jual beli hasil laut dibiarkan untuk melindungi dua makam tersebut. Sehingga ketika ada normalisasi tanggul gubug itu tidak dibongkar karena petugas diberitahu bahwa dalam gubug ada makamnya.

“ Nah untuk namanya sampai saat ini saya belum tahu siapa yang dimakamkan disini. Namun kata orang orang tua bahwa area gubung dan sekitarnya dulu adalah pemakaman umum desa Kedungmutih . Makam itu memanjang dibawah tanggul hingga ke sana “, kata Said sambnil menunjukkan tempat diluar gubug.

Abdul Kalim (60) warga RT 01 RW 01 desa Kedungmutih pada kabarseputarmuria membenarkan jika area gubug dan sekitarnya dulu adalah pemakaman tua yang sudah tidak digunakan lagi. Pemakaman itu ada di kaki tanggul sungai Serang (SWD2) memanjang dari Barat ke Timur. Dulu ada pohon pohon besar namun sekarang dibiarkan tak terawat senagai tanah kosong.

“ Sering warga sini menggali tanah yang cukup dalam menemukan papann jati tebal bekas makam yang terpendam oleh warga kayu jati dibiarakan saja. Mereka tida berani mengambil karena tahu itu adalah papan makam “, kata Abdul Kalim. ( Pak Muin )