Demak- Setelah ada gelontoran Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat kini Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa mencapai Milyaran rupiah. Lima tahun yang lalu APBDes hanya puluhan hingga ratusan juta saja. Ini semua perlu penanganan yang professional.

Seperti halnya APBDes desa Kedungkarang yang telah dipasang di tempat strategis mencapai Rp 2,38 Milyar. Yang terdiri dari Pendapatan Asli desa sejumlah Rp 750.386.000 , DD sejumlah Rp 1.156.423 ,ADD sejumlah Rp 387.330.000 dan pemasukan lainnya. Sehingga jika dijumlah semuanya mencapai Rp 2.386.890.562.

Kepala Desa Kedungkarang Mukhibi yang dihubungi kabarseputarmuria , APBDes desanya sudah jadi dan tinggal pencairan . Oleh karena itu kini desa telah mempersiapkan berkas berkas pencairan agar ada kegiatan pembangunan di desa . Selain itu juga kegiatan kegiatan rutin juga bisa dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.

Muhibbi menambah untuk pengeluaran tahu 2018 ini yang terbesar adalah untuk pembangunan fisik diantaranya pembangunan talud , pemeliharaan jalan desa ,pemeliharaan kantor desa ,pengembangan PKD,pemeliharaan lapangan desa . Dibidang pelaksanaan pembangunan desa ini pengeluaran mencapai Rp 1.278.101.062 atau senilai Dana Desa lebih.

Jalan jalan di desa Kedungkarang menurut Mukhibi masih banyak yang perlu dibenahi . Diantaranya jalan kampung dan gang-gang . Jalan merupakan akses penting bagi warga untuk kegiatan sehari-hari. Jika jalan bagus maka warga akan nyaman melakukan aktifitas terutama jika musim penghujan. Begitu juga talud untuk saluran saluran air juga masih mendominasi untuk di bangun dan dibenahi,

“ Desa Kedungkarang dikeliling oleh sungai sungai kecil . begitu juga di dalam desa banyak pula saluran saluran air sehingga tahun ini kami anggarkan dana untuk pembangunan talud senilai Rp 500 juta “, kata Mukhibi.

Dengan adanya DD yang jumlahnya cukup besar ia berterima kasih pada pemerintah sehingga sarana prasaran fisik di desa mulai bisa di benahi. Namun ia mengaku dengan dana yang besar tersebut fihaknya harus berhati-hati dalam menjalankan dana tersebut. Ia menjalankan secara prosedur dan juga arahan diatas.

Soal transparansi keuangan di desa fihaknya telah melaksanakan pemasangan banner APBDes di tempat strategis. Tujuan dari pemasangan tersebut agar warga desa bisa tahu informasi keuangan di desa . Selain itu juga ikut memantau jalannya pembangunan di desa khususnya yang dibiayai dari DD sesuai anjuran dari pemerintah pusat. (Muin)