Demak – Petambak garam di desa Kedungkarang kecamatan Wedung bulan Juli ini sudah ada yang panen. Meski cuaca masih ada mendung namun tak menyututkan semangat petambak garam agar cepat panen. Jika tidak ada hujan atau cuaca panas terus bulan Agustus diperkirakan panen raya.
Saiful (25) petambak garam yang menggarap lahan kidul omah desa Kedungkarang. Telah memanen lahan garamnya yang pertama kali. Untuk awal panen ini ia hanya mendapatkan 4 zak garam . Cuaca yang banyak mendung menjadikan panen garam tidak maksimal.
“ Kalau panasnya kuat dan tak ada mendung mungkin bisa dapat 8-10 Zak. Namun karena cuaca tidak begitu panas ya dapatnya hanya 4 zak saja. Namun sudah alhamdulillah harga garam masih bagus perzak masih laku 50 ribu “, kata Saiful pada kabarseputarmuria Selasa 8/7/2025
Harga garam tahun 2025 ini menurut Saiful masih bagus dibandingkan dengan tahun 2024. Paling mahal tahun kemarin sekitar 30 ribu perzak. Kalau tahun ini perkiraan harga bisa stabil karena pasokan garam di gudang petambak sudah menipis. Oleh karena itu saat ini banyak petambak yang bekerjan ektra agar cepat panen.
“ Kalau harga garam bagus dapat sedikit saja uangnya sudah lumayan. Namun ketika harga garam jatuh meskipun dapat garam banyak uangnya tak seberapa. Mending kayak begini tidak banyak kerja hasil bagus”, papar Saiful.. Se
Hal sama dikatakan Ibad (45) petambak garam yang menggarap lahan di sebelah Saiful. Ia justru lebih duluan panen dan sudah dua kali panen . Garam garamnya langsung di beli pengepul . Sehingga ketika dilahan kristalisasi sudah terlihar garam maka segera di panen.
“ Menggarap lahan garam di cuaca begini harus waspada terhadap hujan. Jika sudah bisa di panen langsung di panen saja meski tidak maksimal. Daripada kehujanan lebih baik di panen dulu masih bisa jadi uang. Karena meskipun sudah jadi garam jika kehujanan kembali jadi air lagi “, kata Ibad. (Pak Muin)