Pati – Masa reses di DPRD Kabupaten pati baru saja berlangsung selama empat hari. Anggota dewan di masing-masing daerah pilihan melakukan penjaringan aspirasi masyarakat untuk mendapatkan masukan dari masyarakat. Dengan maksud beragam keluhan bisa didapatkan.
Apsirasi masyarakat yang disampaikan bisa saja beragam mulai pelayanan di kantor pemerintahan, sarana dan prasarana jalan, fasilitas pertanian hingga persoalan lingkungan sosial. Karenanya pentingnya saran dan masukan dari masyarakat yang sudah mendukung menjadi anggota dan duduk di DPRD Kabupaten pati
Riyanto SH dari fraksi partai Golkar Kabupaten Pati dan Komisi A DPRD Kabupaten pati mengatakan reses adalah masa anggota DPRD melakukan aktivitas turun langsung ke masyarakat di daerah pilihan masing-masing. Reses adalah kewajiban utama anggota DPRD Kabupaten pati untuk mengetahui keluhan masyarakat.
“Seluruh anggota DPRD Kabupaten pati mulai tanggal 7 sd 10 mei 2025 masa reses biasanya dilakukan pertemuan di lokasi tertentu untuk mendapatkan informasi masyarakat secara langsung. Satu hari dilakukan dialog dan satu kemudian dilakukan pantauan lapangan terkait situasi dan kondisi yang dilaporkan masyarakat,” katanya.
Ditambahkan Riyanto dari hasil masa reses akan dijadikan rapat di dewan untuk dijadikan bahan rapat khusus. Selanjutnya akan disampaikan ke Pemkab pati untuk ditindak lanjuti dalam proses pembangunan sesuai harapan masyarakat. Namun butuh waktu karena perlu pengkajian mendalam terkait masalah yang disampaikan masyarakat.
Riyanto menyebut hari ini giat reses yg terakhir bertemu dengan sekitar 50 mantan teman waktu sekolah di SMP Negeri 1 Tayu alumnus tahun 1980, bertempat di Rumah Makan Cemara Tayu.
Riyanto berkenan menyerahkan dana untuk kegiatan Alsenta 1980, berharap bisa mengadakan kegiatan serupa setiap tahunnya.
“Dengan proses masa reses ini komunikasi anggota DPRD Kabupaten pati dengan konstituante tetap berjalan dengan baik.
Karena mereka bagian dari keterwakilan anggota DPRD di Kabupaten pati” pungkasnya (Agus)