Demak – Nelayan di Pantura Demak khusus di kecamatan Wedung hari hari ini tidak bisa melaut karena bahan bakar solar sulit di cari . Biasanya mereka membeli Solar di SPDN (   Solar Packed Dealer Nelayan ) namun beberapa hari ini stok selalu kosong .Alasan petugas tak ada kiriman.

Untuk mengantisapasi agar bisa miyang ke laut mereka membeli bahan bakar solar keluar desa. Meskipun dengan harga yang cukup mahal namun hal itu dilakukan agar mereka bisa melaut. Namun jika tak beruntung meski mahal harganya namun tak mendapatkan.

“ Kalau lautnya kondosif karena tak ada ombak paling ya ombak kecil. Untuk hasilnya yan melaut juga lumayan sekarang musim ikan cumi cumi . sehari miyang mereka paling sedikit ya dapat 10 kg . Harga cumi cumi saat ini di pasar Rp 50 ribu -Rp 55 ribu tergantung barangnya “ kata Jayanti pengepul hasil laut warga desa Kedungmutih pada kabarseputarmuria Selasa 4/3/2025.

Jayanti yang langsung membeli hasil laut dari nelayan menambahkan, disaat laut ombak nelayan memang tidak butuh solar . Namun ketika laut kondosif semua nelayan melaut untuk mencari nafkah , Namun terkadang solar sulit di cari karena SPDN yang ada di Kedungmutih Stok Solar tak ada.

“ Ya banyak yang cari solar keluar desa agar bisa melaut . Meski harganya cukup mahal karena beli pada pengecer. Kalau di SPDN biasanya Rp 6.800 kalau beli ke bakul sekitar Rp 7.200. Namun kalau cari cari asal dapat harga bisa sampai Rp 9.000 perliternya “, tambah Jayanti.

Suratno Nelayan warga desa Kedungmutih mengatakan , pasokan BBM Solar di desa Kedungmutih memang tidak menentu. Kadang ketika nelayan tak butuh BBM solar di SPDN ada pasokan. Namun ketika nelayan butuh karena laut sedang ramai justru taka da kiriman solar.

“ Iya sudah ada SPDN yang jual solar tapi y aitu pasokannya tidak menentu kadang ada kadang tidak padahal rekom kita ada di SPDN itu. Kalau yang Jepara kelihatanya lancar kita beli di sana tidak boleh “, keluh Suratno.

Sementara itu petugas SPDN Solar di desa Kedungmutih pada kabarseputarmuria membenarkan kondisi ini bulan Maret ini belum ada kiriman solar . Padahal melihat kondisinya sebelumnya mestinya sudah ada kiriman barang.

“ iya sudah sejak tanggal 26 lalu belum ada kiriman solar lagi . Kita masih menunggu kiriman kalau nanti sudah ad akita akan pasok ke nelayan seperti biasanya “, kata petugas yang tak mau di sebut namanya.