Demak – Harga bahan bakar solar sudah naik bulan ini harga di SPDN ( Solar Packed Dealer Nelayan ) desa Kedungmutih kecamatan Wedung Rp 6.800 dan sebelumnya Rp 5.150. Kenaikan Rp 1.650 memang dirasa berat namun karena solar adalah satu satunya bahan bakar yang harus di gunakan. Hal itu di terima dengan legawa oleh sejumlah nelayan .

Said (30) nelayan dari desa Kedungmutih yang ditemui kabarseputarmuria di SPDN mengatakan , dengan naiknya harga solar memang membuat operasional “Miyang” ke laut bertambah. Setidaknya ia harus menambah biaya solar setiap harinya sekitar Rp 150 ribu. Setiap hari ia butuh solar minimal 100 liter untuk tiga mesin perahunya jadi untuk biaya beli solar sehari habis Rp 700 ribuan.

“ Untuk biaya miyang sehari paling tidak kita butuh Rp 1 juta . Selain untuk beli solar juga kebutuhan bekal di laut makanan ,minuman dan rokok. Jadi sehari jika perolehan tidak dapat lebih Rp 1 juta ya kita tombok “, kata Said Selasa 6/9/2022

Terkait kenaikan harga solar ia sebagai nelayan memang terasa berat . Namun karena sudah keputusan pemerintah ia sebagai rakyat hanya ikut saja. Tetapi ia berharap setelah kenaikan solar ini pasokan di SPDN selalu ada . Sehingga jika laut kondisinya bagus nelayan bisa langsung berangkat ke laut.

“ Harapan kita ya pasokan solar di SPDN ini selalu ada setiap hari. Sehingga ketika kita miyang bisa langsung berangkat . Jadi nelayan tidak kebingungan ketika membeli bahan bakar solar . Meskipun antri seperti ini itu tidak mengapa yang penting solar selalu ada setiap hari “, tambah Said.

Sementara itu Agus petugas SPDN solar yang ditemui kabarseputarmuria mengatakan, setelah kenaikan BBM utamanya solar untuk nelayan . Pasokan BBM jenis solar selama 3 hari berturut turut terkendali . SPDN menerima kiriman sebanyak 8.000 liter setiap harinya. Sehingga nelayan di Kedungmutih dan sekitarnya bisa membeli dengan mudah.

“ Untuk 3 hari pasca kenaikan BBM pasokan solar di SPDN ini setiap hari ada . Tetapi karena pembelinya cukup banyak kadang setengah hari saja sudah habis. Itupun kami batasi satu nelayan hanya boleh beli maksimal 120 liter atau 3-4 jrigen. Mudah mudahan pasokan solar setiap hari ada sehingga nelayan bisa miyang seiap hari “, tambah Agus. (Pak Muin).