Jepara – Desa Semat kecamatan Tahunan empat tahun terakhir ini menggelar acara Kenduri Sedekah Menir . Menir adalah nasi kecil kecil atau remuk yang dahulu amat berharga dikala bahan pangan mahal. Pada waktu itu warga saling memberi nasi menir ini untuk mempertahankan hidup.
Acara yang digelar di Pantai Semat ini di hadiri unsur Pemerintahan Desa , Tokoh Masyarakat dan warga desa. Selain itu hadir tamu undangan diantaranya Bupati Jepara , Anggota DPRD Prop Jawa Tengah, Anggota DPRD kab Jepara dan Forkompimcam Tahunan. Dan beberapa tokoh pemerhati Budaya lokal
Festival sego menir ini menurut petinggi desa Semat Ali Suwarno adalah kearifan lokal desa sebagai wujud syukur kepakepada kepala Allah SWT. Dengan perwujudan rasa syukur ini diharapkan kehidupan warga desa Semat terus membaik ekonominya dan sejahtera hidupnya.
“ Sedekah menir ini adalah warisan orang orang tua dulu ketika nasi utuh sulit dicari . Menir inilah yang dimakan orang tua jaman dahulu. Lazim ketika itu orang saling memberi nasi menir ini epada tetangga “, kata Ali Suwarno Petinggi desa Semat kepada kabarseputarmuria Minggu 7/12/2025.
Dalam Festival Kenduri Sedekah Menir ini Pemerintahan desa Semat menggelar acara bagi bagi sego menir kepada para warga yang hadir. Sego menir dengan lauknya di bungkus daun pisang setelah di do’akan bersama . Secara simbolis kemudian diberikan warga yang hadir dan dimakan bersama sama.
“ Memang jumlahnya tidak begitu banyak ini hanyalah simbul bahwa sego menir adalah makanan khas warga desa Semat . Warisan benda ini sudah tercatat di Dinas Pariwisata Jepara, Bila ingin merasakan nasi menir ini bisa membeli di pasar kuliner pagi “, tambah Ali Suwarno.
Selain itu digelarnya Festival Sedekah menir ini obyek wisata khususnya Pantai Semat di tiga titil menjadi semakin ramai . Dengan terus meningkatnya kunjungan wisata maka ekonomi warga khususnya yang usaha di tempat wisata juga akan terus meningkat.
“ Mebel yang semakin sepi ini membuat warga desa Semat beralih usaha kuliner obyek wisata pantai di semat yaitu Pantai Semat Pasar Kuliner, Pantai Semat Kali Buntung dan Pantai Semat Sirahan yang juga obyek wisata religi makam Mbah Sirah “, tambah Ali Suwarno.
Usai pembangian sego menir secara simbolis kepada warga masyarakat acara dilanjutkan dengan paagelaran seni campur sari untuk menghibur wisatawan yang mampir ke obyek wisata Pantai Semat dan pasar tradisional kuliner. (Pak Muin)