Demak –Desa Kendalasem kecamatan Wedung kabupatyaen Demak saat ini merupakan salah satu desa yang memproduksi garam krosok. Jumlah petambak garan mencapai ratusan orang . Lahan tambakj garnm mencapai ratusan hektar.
Usaha pembuatan garam krosok inilah yang menjadi tumpuan warga desa untuk mendapatkan penghasilan harian. Selain pemilik tambak yang langsung menggrap lahannya sendiri. Ada juga penyewa dan penggrap yang juga mengerjakan lahan garam meskipun tak mempunyai lahan.
Selain itu ada pula warga desa yang bekerja sebagai tenaga angkut garam. Meskpipun tak punya lahan garam. namun mereka mendapatkan penghasilan dari mengangkut garam setiap harinya.
Salah satunya adalah pak kodim yang berprofesi sebagai tenaga angkut garam. Bermodalkan perahu bermesin setiap hari ia menerima pekerjaan mengangkut garam. Dari lahan menuju ke terminal garam. pekerjaan itu sudah dijalani lebih 10 tahun.
“ Kalau dihitung ya ada 10 tahunan utuk modal perahu dan mesin ya Rp 20-25 juta tergantung besar kecilnya peahu. namun rata rata perahu disini muat 50-60 zak perzak beratnya 45-50 kg seperti ini “, kata pak Kodim warga desa Kendalasem pada kabarseputarmuria rabu 8/9/2025
Kodim bermodalkan perahu mesin mencari rejeki dengan mengangkut garam . Orderan ia perolehdari para pengepul garam. Setelah putus harga di lahan kemudian iapun melakukan tugas mengangkut garam ke perahu dengan tenaganya menuju ke perahu.
Garam garam dalam zak yang tertata di pematang tambak kemudian diangkut menuju perahu dengan model curah tanpa zak. Setelah penuh di perahu kemudian garam garam itupun dibawa ke terminal garam lalu dikeluarkan dari perahu.
“ Kalau pas garam banyak sehari bisa tiga kali ambil . namun untuk tahun ini garam banyak yang dimasukkan dalam gudang ya rata rata satu kali bawa saja. kadang bisa 2 kali . kalau ramai seperti tahun kemarin bisa tiga kali bawa “, tambah pak kodim .
Untuk upah bawa garam satu perahu yang beratnya sekitar 2 ton upahnya Rp 200 ribu . sehingga penghasilan para tenaga angkut garam ini setiap harinya minimal Rp 200 ribu . kalau pas sedang garam banyak sehari bisa mendapatkan upah sampai Rp 600 ribu.
“ Yang namanya pekerjaan angkut seperti ini ya tidak tentu kadang ada permintaan banyak kadang ya sepi. tetapi ya kita jalani terus . Kalau tak ada pekerjaan ngangkut garam ya kerja Serabutan angkut angkut barang lainnya “, tutup pak Kodim (Pak Muin)
