JEPARA – Pecinta dan pemerhati sastra di Jepara Jum’at 23/5/2025 berduka setelah mendengar berita H. Ali Mufid (62) yang akrab disapa Kang Alie Emje telah menghadap Ilahi rabbi. Sebelumnya ia sempat dirawat sejak Selasa di RSUD RA Kartini Jepara. Karena penyakit tetanus yang dideritanya.
Ali Mufid yang terakhir tinggal di desa Rengging kecamatan Pecangaan Dimakamkan di desa kelahirannya Lebuawu kecamatan Pecangaan sekitar pukul 10.00 dihadiri keluarga dan teman dekatnya diantaranya para satrawan diantaranya Sunardi KS, Udik Agus DW, MM Boernomo dan juga teman pengajar.
“ Ia tak pernah sakit hingga masuk ke rumah sakit . Hanya beberapa hari ini saja karena kakinya terluka tertusuk bambu ketika membenahi kebun rumahnya . Sebelum itu ke Rembang dalam rangka pelatihan sastra untuk anak anak SMP dan sempat dolan ke rumah adiknya di Rembang. Nah karena luka yang didiagnosa tetanus itu yang membuat ia meninggal “, kata Ali Mujahidin Kakak Ali Emje pada kabarseputarmuria disela sela pemakaman penulis buku Kumpulan puisi Sonya.
Ditambahkan Ali Mufid yang naik haji tahun lalu Bersama ibunya memang dekat sekali dengan sang ibu. Sehingga Ketika mau meninggalkan ingin tidur bersama ibunya. Namun belum kesampaian ia telah dipanggil yang kuasa.
“ Saya kehilangan adik Ali sosok yang setia dan konsisten merawat sastra di bumi Jepara . Sering saja diajak untuk jalan jalan berbagi ilmu dengan siapa saja yang cinta dan suka akan sastra terutama puisi “, tambahnya
Ali Emje di kenal sebagai sosok yang setia dan konsisten merawat sastra di Bumi Kartini sejak masih muda. Ia banyak menghasilkan karya dan juga menjadi “guru” bagi anak-anak muda yang ingin belajar menulis.
Bahkan hingga kini ia sedang menggarap antologi puisi Genosida Palestina bersama 57 orang penulis lintas generasi. Diantaranya mantan bupati Jepara Hendro Martoyo yang menuliskan 3 puisi.
“Almarhum penyair yang handal, serba bisa dan kreatif di dalam segala situasi. Ia mewakili penyair tradisional yang modern yang mampu mengekspresikan pemikiran dalam karya,” ujar Hendro Martoyo yang bersahabat cukup lama dengan almarhum dan juga komunitas sastra Jepara seperti yang disitir dari Suara Id
Kang Alie Emje Lahir di Jepara, 4 Agustus 1963 dan mendedikasikan dirinya sebagai guru SMP hingga ia purna beberapa tahun lalu. Karya karyanya berupa puisi mungkin ada ribuan acap dimuat di berbagai media cetak daerah dan Jakarta.
Puisi -puisinya terangkum di sejumlah antologi, diantaranya; Antologi Puisi Jawa Tengah, Puisi Heroik, Serayu, Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka, Muka Hitam, Blue, Jentera Terkasa, Tabur Bunga Penyair Indonesia, Konosi, Ritus (Kumpulan Cerpen), Kupu-kupu Cinta Sonya (2025)
Pelangi di Songgolangit (2004), Kesaksian Rumput, Puisi puisi Penyair Jawa Tengah. Juga Kumpulan Puisi Anak Kura-kura Terbang (cet-2, 2022), Puisi puisi SONYA (2022), RIMANG (2023), supeSEPELE (2025), dan MAJNUN (2025)
Selain puisi, juga menulis cerpen. Diantaranya cerpen yang berjudul Mawar Telanjang memenangi Lomba Cerpen Remaja Nasional 2007 diselenggarakan Japan Foundation.
Hadepe /Pak Muin