Jepara – Keberadaan pasar ikan atau pasar tambahan milik desa Karangaji, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, menjadi sorotan warga, dimana di jam jam tertentu situasi depan pasar tersebut sangat mengganggu para pengguna jalan, karena jalan di depan pasar itu menyempit dipenuhi para pedagang pasar yang ada di samping kanan dan kiri bahu jalan.
Kemacetan dan kesemrawutan akan bertambah parah bilamana menjelang pukul : 06.00 WIB pagi, yang mana di jam tersebut para pekerja buruh pabrik , pelajar dan pekerja sektor mulai melintas. Situasi jalan semakin menyempit dikarena para pedagang yang tidak memiliki lapak memaksa menggelar dagangannya di kanan dan kiri bahu jalan.
Harun Arrosyid (40) karyawan Koperasi Simpan Pinjam warga desa Gerdu mengatakan , kemacetan jalan akibat melubernya pedagang ke jalan semakin parah. Kemacetan ini dimulai sekitar jam 06.00 . Pedagang ikan dan pedagang lainnya merangsek ke badan jalan. Sehingga jalan tersendat .
“ Banyak kendaraan pedagang atau pembeli yang parkir di tepi jalannya. Ditambah lagi dengan hilir mudiknya pembeli atau pedagang menyeberang jalan .Selain itu baunya juga tidak sedap dari buangan air rendaman ikan yang mengalir di jalan “, tambah Harun pada kabarseputarmuria Senin 2/6/2025.
Sebagai pengguna jalan yang setiap hari melewati pasar Karanganji Harun berharap ada penataan lagi pedagang terutama pedagang ikan. Dulu sebelum adanya tambahan di sebelah Selatan jalan kemacetan bisa diatasi. Namun semenjak ada tambahan pasar ikan kondisi pasar semakin ruwet.
“ Katanya sudah dibuatkan bangunan baru disebelah barat Desa mengapa sampai sekarang belum ada relokasi pedagang ikan . Nanti kalau tidak ditempati bangunan itu akan rusak dan tidak ada gunanya. Di bangun habis biaya banyak malah tak dimanfaatkan “, Imbuh Harun
Terkait hal diatas Petinggi Desa Karangaji Abdillah Fadlol menjelaskan , para pedagang di pasar lama memang belum mau direlokasi. Mereka punya alasan sehingga belum bersedia dipindahkan. Alasan mereka diantaranya tempat yang baru belum tersedia sarana prasana penunjang seperti listrik , sarana kebersihan MCK, Air
Selain itu kepsastian lahan untuk pembangunan pasar baru desa Karangaji yang masih dalam proses dinas terkait. Sedangkan untuk pembangunan imbas penataan tanggul hasil rembuk bersama Pemkab, lalu dicarikan solusi oleh Pemkab sehingga muncul pembangunan lewat SRC bank BPD, dan untuk anggaran Desa tidak tahu.
“ Sedangkan untuk anggaran melengkapi saran prasarana akan dianggarkan perubahan tahun ini, lalu untuk parkir nanti d rembuk,” paparnya Kades seperti yang disitir dari https://www.radar-nasional.net/.