Demak – Tidak Suka desanya digunakan untuk Karaoke sejumlah warga desa yang terdiri dari Takmir Masjid Al-Muttaqin desa Gajah dan aparat Desa Gajah melakukan penggrebegan rumah Karaoke di Jalan Gajah – Dempat.

Tempat Karaoke yang tepatnya di perbatasan desa Gajah dan Boyolali itu dianggap meresahkan warga dan menganggu ketertiban. Mereka berharap kepada aparat yang berwenang untu menutup tempat karaoke di desanya.

Informasi ini di dapatkan kabarseputar muria dari laman face book Warga Demak yang diunggah akun Lukman Hakim. Unggahan informasi itu juga disertakan potongan video jalannya penggrebegan di tempat karaoke itu. Beberapa warg tampak mensweeping tempat karaoke itu dan memberi ultimatum untuk segera menutup tempat karaoke.

Dalam unggahan video berdurasi 1.37 detik itu tampak beberapa wanita yang di duga PK. Dalam Video itu juga tampak alat alat yang di gunakan untuk karaoke. Dalam perbincangan singkat warga menghimbau untuk segera menutup kegiatan karaoke itu. Sebelum meninggalkan tempat mereka sekali lagi berpesan kepada salah satu pria di dalam untuk segera menghentikan kegiatan karaoke di tempat tersebut.


Dalam komentar Lukman Hakim di laman tersebut berkat penggrebegan itu akhirnya fihak pengelola bersedia menutup karaoke di desa tersebut “Alahamdulillah dengan bantuan Banser dan MWC Kec. Gajah akhirnya pemilik karaoke bersedia menutup karaoke dengan menandatangani surat pernyataan si hadapan kapolsek, tokoh masyarakat Gajah, MWC NU dan Banser Kex. Gajah.

Memang masalah karaoke di Demak menjadi perbincangan yang hangat di media sosial. Berbagai himbaun telah dilontarkan berbagai fihak .  Demo dan pernyataan sikap penolakan karaoke terus dilontarkan , namun masalah karaoke di Demak ini masih belum selesai. Karena praktek karaoke ini terus ada di sejumlah tempat.(Muin)