Jepara – Mendengar nama Jepara, maka akan langsung teringat  dengan industri furniture yang menjadi ikon Jepara. Bahkan produk meubel asli Jepara ini mampu menembus pasarinternasional dengan ketersediaan kayuberkualitas terbaik yang melimpah. Diyakini bahwas ektor non-migas akan terus berkembang, sehingga pemerintah tengah menggenjot pemerataan kawasan industri.

Tercatat pendapatan negara dari ekspor furniture kayu dan rotan mencapai nilai USD 2 miliar. Jepara terpilih lokasi pembesutan kawasan industry sehingga dipercaya dapat memperkuati ndustri daerah, bahkan secara lebihluas di Provinsi Jawa Tengah dan nasional. Pembangunan Kawasan industry Jepara seluas 2.800 hektare yang terintergrasi dengan pelabuhan akan dimulai pada tahun 2017 yang sebagian diperuntukan bagi industry kecildan menengah termasuk furniture.

Kawasan industry merupakan pemusatan kegiatan industri yang dimaksudkan agar proses produksi berlokasi di dekat sumber bahan baku dan memiliki pengelolaan yang baik, seperti salahsatunya dari segi pengolahan limbah.

Kelebihan lainnya ialah kawasan industri juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang sehingga kegiatan operasional dapat berjalanl ebih efisien. Seperti diketahui rencana pembangunan Pelabuhan Jepara olehPelindo III akan diintegrasikan dengankawasan industry sehingga dapatkian menumbuhkan industrimanu faktur dan memudahkan kegiataneksporproduk.

Secara otomatis, beragam pembangunan yang direncanakan ini akan memajukan daerah sekitar bahkan dapat menjadi harapan pergerakan propertiJepara. Pemerataan ini diharapkan pula dapat memecah industri yang selamaini terkonsentrasi hanya di Jakarta dansekitarnya.

Refleksi kawasan industry baruJ awa Barat masih menjadi pilihan favorit bagi investor. Disebutkan terdapat 2 titik yang akan bertambah kawasan industri baru yakni Karawang dan Purwakarta. Karawang sudah sejak lama moncer sebagai lokasi industry terdekat dengan ibukota seperti halnya Bekasi sehingga dijejali dengan proyekperumahan mengikuti permintaan pasar hunian yang tinggi.

Di samping itu, Purwakarta juga tengah mekar darisegi industry dan diikuti dengan masa depan properti yang dapat merangkak naik. Tercatat rumah dijual di Purwakarta memiliki harga rata-rata per meter persegi pada Agustus 2016 silam mencapai Rp. 7,528,889.

Selainitu di TimurJawa, Gresik yang lebih dahulu tersohor sebagai kawasan konsentrasi industry membuktikan bahwasektor propertinya melaju pesat seiring dengan potensi daerahnya yang melesat. Kebutuhan area permukiman pun variatif menyasar buruh, tenaga kerja ahli, hingga ekspatriat.

Selain program rumah subsidi, terdapat pula unit vertikal yang membidik pasar menengah kebawah yakni Gunawangsa Gresik yang larismanis dengan harga mulai dari134 juta Rupiah per unit.

Keunggulan investasi properti di kawasan industry dari segi infrastruktur jalan misalnya, mempengaruhi kemudahan mobilitas penduduk disekitarnya. Jalur bebas hambatan yang menghubungkan dengan kota besar lainnya juga menjadi magnet yang dapat menstimulus perkembangan property baik komersial maupun residensial. Besutan unit vertikal juga dapat tumbuh jika dilihat secara jangka panjang seperti di Gresik.    di Jepara yakni Mayong Indah dan Potroyudan Hill Residence. Untuk mendukung proyek kawasan industry baru di Jepara, Kementrian Perumahandan Pekerjaan Umum akan mengkaji akses jalan serta permukiman bagi pekerja               seperti Rusunawa.