Jepara – Jika anda kebetulan melewati jembatan yang menghubungkan desa Karangaji kecamatan Kedung kabupaten Jepara dengan desa Tedunan kecamatan Wedung kabupaten Demak anda pasti melihat orang yang di tengah Jembatan. Ia adalah mbah Nasirun warga desa Karangaji yang setiap harinya sebagai sukarelawan pengatur lalu lintas diatas jembatan itu.

Jika tidak ada mbah Nasirun bisa dipastikan lalu lintas jembatan itu akan krodit atau kacau. Jembatan yang melintasi sungai Serang di desa Karangaji ini tidak begitu lebar. Untuk Lalu Lintas sepeda motor hal itu tidak masalah karena sepeda motor bisa jalan dua arah. Namun untuk kendaraan roda empat hanya salah satu arah yang jalan. Jika sama-sama jalan akan bertemu di badan jembatan dan tidak akan bisa berjalan karena sempitnya jembatan.

“ Awalnya ada dua kendaraan yang saling tidak mau mengalah setelah berada di jembatan. Lama mereka beradu mulut sayapun datang kesitu dan melerainya . Saya coba untuk bujuk salah satu mengalah akhirnya salah satu kendaraan mundur lalu lintaspun kembali lancar. Saat itu dengan suka rela saya tunggui agar tidak terjadi lagi kemacetan”, ujar Mbah Nasirun pada kabar seputarmuria.com

Nah sejak peristiwa itulah mbah Nasirun berniat untuk menjadi sukarelawan mengatur lalu lintas di jembatan sempit desa Karangaji itu sampai sekarang. Dari menjaga itu satu dua pengendara kendaraan roda empat ada yang iba dan memberikan  sekedar uang lelah. Iapun terima dengan senang hati , jika tidak memberi iapun tidak meminta. Ia menunggui jembatan mulai jam enam pagi sampai jam satu siang.

20160504_070413

Mbah Nasirun pengatur lalu Lintas Jembatan karangaji

“ Saya tidak kuat satu hari menunggui jembatan ini , jika habis dhuhur sayapun pulang istirahat di rumah. Tugas selanjutnya digantikan anak-anak muda secara bergantian sampai malam hari “, tutur Mbah Nasirun.

Dari menunggui jembatan Karangaji memang ada pemasukan uang bagi dirinya , setiap harinya tidak tentu . Itu merupakan rejeki yang harus disyukuri dikala usianya sudah lanjut dan tidak bisa lagi menangkap ikan di laut uapun mendapatkan hasil dari menjaga jembatan. Namun demikian uang yang ia terima tidak semua masuk ke kantongnya .Sebagian ada yang dibelikan sirtu ( tanah urug ) untuk menambal jalan di sekitar jembatan yang rusak.

“ Kalau sayan hitung sudah hampir 8 dum truk saya belanjakan tanah urug untuk menutup jalan yang berlubang sebelah utara jembatan. Yang masuk wilayah Jepara kondisi jalan jembatannya rusak parah jika musim hujan tergenang air dan perlu di urug”, tambah Mbah Nasirun.

Kondisi jalan masuk ke jembatan desa Karangaji sebelah utara memang memprihatinkan. Sudah lebih luma tahun  tidak ada perbaikan  baik betonisasi atau aspalisasi. Sehingga jika musim penghujan tiba kondisi jalan ini becek dam licin. Beberapa pengendara jika tidak hati-hati akan tergelincir dan jatuh.

Beberapa waktu yang lalu kondisi ini telah dilaporkan ke gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo via www.laporgub.go.id . Namun sampai sekarang belum ada realisasi perbaikan dari pemerintah kabupaten Jepara. Warga dan pengendara mengharapkan adanya perbaikan jalan jembatan seperti jalan bagian selatan yang masuk wilayah Demak. (Muin)