Jepara – Di era jaman dahulu  di desa Gemulung ada sebuah pundhen yang berujud belik atau mata air. Mata air itu cukup besar debitnya sehingga air yang keluar terkumpul dan dibendung sehingga menjadi sebuah sendhang. Warga Gemulung saat ini menyebutnya sebagai sendhang Kamulyan. Entah berfilosofi apa namun nama itu kini popular dan saat ini menjadi salah satu obyek wisata andalan desa pertanian ini.

Lewat Pokdarwis ( kelompok sadar wisata ) dan GP3R ( Garda Perjuangan Pemuda Peduli Rakyat ) Belik atau Sendang ini akan lebih ditingkatkan pengelolaannya agar bisa menyedot pengunjung yang lebih banyak lagi. Beberapa fasilitas untuk pengunjung mulai di tata diantaranya gazebo atau tempat istirahat pengunjung, jalan masuk dan juga fasilitas lain seperti persewaan ban untuk pengunjung yang mau mandi dan berenang di dalam sendhang.

20160214_102535

Sendhang Kamulyan

Suryanto salah satu anggota GP3R yang mengantar kabarseputarmuria.com berkeliling area Sendhang mengatakan, air dari Sendhang Gemulung ini cukup bersih. Selain itu juga sumber airnya cukup deras sehingga selain dimanfaatkan  warga sekitar untuk kegiatan mandi dan mencuci . Aliran air dari sendang ini juga mengairi sawah puluhan hektar di hulunya. Yaitu desa Krasak ,sampai dengan persawahan desa di daerah Kalinyamatan.

“ Karena lokasi ini adalah milik desa pernah kepala desa sebelum ini kurang ada perawatan terhadap sendhang ini malah pernah dijadikan area persawahan. Namun semenjak Petinggi baru ini Sendang ini mulai dirawat kembali dan di fungsikan sebagai tempat wisata berskala desa.”, kata Suryanto.

20160214_101800 031_0001

Pak Suryanto

Selain jalan ditata permanen , juga dibangun tempat peristirahatan di beberapa lokasi. Pengunjung yang datang bisa beristirahat melihat pemandangan dari atas gazebo. Sehingga pengunjung yang datang berombongan misalnya bisa menggunakan tempat ini unttuk beristirahat dan bersendau gurau. Bagi yang ingin mandi bisa turun  kedalam air yang rasanya masih alami.

“ Nah kalau yang di sana itu nantinya digunakan untuk tempat makan seperti layaknya tempat wisata di tempat lain. Pengunjung kita suguhkan berbagai macam menu seperti bakar-bakaran ikan  . Sehingga tempat wisata ini ada nilai tambahnya bagi yang ingin makan bersama keluarga “, tambah Suryanto.

Untuk saat ini memasuki arena Sendhang Kamulyan desa Gemulung ini belum ada retribusi khusus. Pengunjung hanya ditarik beaya parkir untuk keamanan dan kenyamanan dalam menikmati keindahan sendhang kamulyan ini. Selain ramainya baru hari Minggu, Jum’at dan hari libur lainnya. Setelah penataan yang lebih bagus ke depan mungkin ada regulasi lain .

20160214_103717

Anak-anak bergembira ria

Namun demikian Suyanto berharap Sendhang Kamulyan ini menjadi salah satu tujuan wisata local di daerah Pecangaan dan sekitarnya . Desa lain tidak mempunyai potensi seperti desa Gemulung ini. Oleh karena itu fihaknya berharap dukungan dari pemerintah ataupun fihak swasta untuk pengelolaan sendhang kamulyan ini.

“ Sebagai contoh beberapa hari ini kita sediakan persewaan ban-ban agar pengunjung terutama anak-anak bisa bergembira menikmati wisata air ini. Nah ke depan saya berharap ada perahu-perahu kecil berbentuk kapal, atau bebek-bebekan agar pengunjung bisa berkeliling menikmati wisata air disini. “, harap Suryanto.

 Nah bagi siapa saya warga diseputaran Jepara atau Demak bisa datang ke desa Gemulung ini untuk menikmati segarnya air dari sendhang kamulyan. Selain itu juga bisa melihat hijau pemandangan pohon-pohon besar diseputaran sendang . Selain itu juga gemiriciknya air dari bendhung sendhang ini . (Muin)