Demak – Demak saat ini menjadi salah satu daerah penyangga antara kota besar Semarang dan juga kota Kudus yang juga mendekati besar. Sehingga mau tidak mau Demak juga ikut merasakan keramaian dan juga kehirukpikukan kota besar.

Seiring dengan lalu lintas yang padat membuat pemerintah kabupaten membuat jalan lingkat untuk memecah arus lalu lintas. Kendaraan –kendaraan kecil yang akan melewati kota tidak melewati jalan lingkar . Sebaliknya kendaraan besar dan juga kecil yang tidak masuk kota langsung masuk jalur lingkar.

Adanya jalur lingkar ini membuat loncatan perekonomian warga sekitarnya. Tanah- tanah persawahan yang dahulunya harganya murah kini menjadi tanah raja yang mahal harganya. Dulu desa sekitar persawahan sepi kini jadi hingar bingar setelah jalan lingkar dioperasikan.

Sejumlah bangunan di kanan kiri jalan lingkar mulai dibangun , mulai dari SPBU, Warung makan sampai dengan kantor dan toko untuk usaha. Tak kalah maraknya tumbuh bak jamur di musin penghujan warung-warung liar di sepanjang jalan lingkar.

Mulai memasuki jalan lingkar dari arah semarang tumbuh puluhan warung kecil remang-remang jika malam hari. Kebanyak warung terbuat dari dinding bamboo dan beratap genting. Tidak besar biasanya berukuran 3 X 5 meter. Warung ini berjajar si sepanjang jalan lingkar.

Warung ini biasanya menjual berbagai macam makanan dan minuman cepat saji. Menariknya warung ini ditunggui oleh wanita-wanita muda belasan tahun. Selain menjual makanan dan minuman beberapa diantaranya ada beberapa yang dicurigai menjual minuman keras. Setiap warung biasanya dilengkapi dengan soundysytem dan televise yang bisa dibuat karaoke.

Warung inilah yang kemudian menjadi masalah yang berkaitan dengan pekat ( penyakit masyarakat ). Di tengarai warung-warung ini setiap malam menjadi ajang karaoke yang berujung pada esek-esek atau tindakan sex bebas. Selain itu tempat ini juga menjadi ajang perdagangan bebas dan juga penggunaan minuman keras.

Akibat dari hal tersebut kini Demak darurat HIV Aids ratusan warga Demak telah terjangkit oleh virus yang mematikan ini.Setidaknya tercatat 277 warga Demak terjangkit virus yang mematikan ini. Sehingga beberapa elemen masyarakat mulai berinisitif menyelenggarakan berbagai acara unutk mencegahnya.

Namun ironisnya meski Demak sudah ditengarai darurat HIIV Aids namun pemerintah kelihatannya belum ada upaya untuk menghentikan kegiatan yang ditengarai masyarakat berbau maksiat ini.Justru DPRD kelihatannya akan melegalkan kegiatan Karaoke di Kota Wali ini . ( Baca: Jateng Time : ADA UPAYA LEGALKAN KARAOKE DI DEMAK,KOTAWALI, ATAU KOTA WAnita-Liar )

Suhadi sekretaris Fraksi PKS  sesaat setelah agenda Rapat Paripurna Inisiatif DPRD, kamis ( 5/ 11/ 2015 ) pukul 12.15 WIB. Seperti yang dilansir dari Jateng Time mengatakan  yang menolak dengan tegas hanya  fraksi PKS, PPP, dan PAN yang di wakili bu Susi Alifah. Yang lain sepertinya hanya pikir-pikir kata  Suhadi sedikit kecewa.

Dari hasil temuan dua anggota Dewan di kantor Perijinan Demak, bahwa j di Demak tidak ada Perda yang mengijinkan Karaoke. Alasan ijin Studio musik saja fakta peruntukanya tidak benar. Di samping itu semua ijin usaha seperti SIUP, TDP DAN HO tempat-tempat karaoke yang menjamur di Demak sama sekali tidak ada ijin. Bahkan Perbub nya saja gak ada. Perbub perijinan mempunyai sangsi ketika suatu usaha tanpa ijin harus di tutup.

Nah dengan temuan tersebut sebenarnya Susi Alifah mengatakan logikanya tidak ada alasan bagi Pemda Demak untuk tidak menutup semua karaoke yang ada di Kota Wali. Disamping banyak mudharatnya karaoke juga tidak ada ijin.

Bahkan warga di sekitar karaoke di depan Perumahan Dinas Wakil Bupati jelas-jelas menolak keberadaanya, tapi anehnya surat penolakan warga di berikan Bupati pada hari Jum’at, ( 30/ 10/ 2015 ) baru di terima sebagai tembusan ke kantor perijinan hari Rabu, ( 4/ 11/ 2015 ).

Demikian juga Kamzawi, S Ag dari Fraksi PKS yang dilansir dari Jateng Time mengemukakan , Kalau memang Karaoke di legalkan kita lihat saja nanti dampak apa yang akan terjadi di kabupaten Demak Kota Wali. DEMAK KOTA WALI YULLAH atau DEMAK KOTA WAnita LIar dengan menjamurnya Karaoke dengan ribuan wanita yang berdandan menor mengundang nafsu di pinggir jalan. Peringatan Tuhan dengan wabah Aids di Demak di abaikan.

Fatkhul Muin

Redaktur Media Online Kabar Seputar Muria

Aktifis LSM “ Cerdas Bangsa “ Demak