Panen garam di lahan kristalisasi dengan Media Isolator

Demak – Saat ini petambak garam sudah alih teknologi dalam produksi garam rakyat. Dahulu masih menggunakan meja kristalisasi  yang terbuat dari tanah. Setelah ditemukannya teknologi media  isolator di meja kristatalisasi membuat waktu tunggu panen lebih cepat .

Teknologi ini diperkenalkan pertamakali oleh pakar dan juga peneliti Garam dari Kementrian Perindustrian Dr. Ir.Sudarto, MM. Media Isolator adalah sejenis plastic tebal berwarna hitam yang dilapiskan diatas meja kristalisasi . Dengan penggunaan media Isolator ini waktu tunggu panen garam lebih cepat

Terkait sentuhan teknologi, menurut Sudarto, berbagai sentra garam rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia itu perlu menerapkan 3 metode inovasi teknologi pegaraman. Yaitu, proses Pembuatan Garam NaCL dengan Media Isolator pada Meja Kristalisasi, sehingga nantinya mampu diperoleh garam bahan baku NaCL > 94%.

Kedua, proses Produksi Garam Beryodium di Lahan Pegaraman pada Meja Kristalisasi dengan Media Isolator, dapat menghasilkan garam beryodium (SNI). Ketiga, proses Pembuatan Garam Industri melalui Teknologi dan Manajemen Tata Lahan dengan Media Isolator, akan menghasilkan garam industri NaCl > 94% dan 97%.

Inovasi teknologi Media Isolator pada Meja Kristalisasi ini telah dipatenkan dan dimiliki oleh Kemenperin dengan inventor Dr Ir Sudarto MM. Nomor Patennya ID P0033348 dan ID P000036148.

“ Intinya kita mengajak para petambak garam untuk alih teknologi dalam pembuatan garam . Pembuatan garam cara lama harus diubah dengan ara baru agar kualitasnya bagus dan kuantitasnya juga meningkat. Memang tidak semua langsung mau namun sudah ada yang mempraktekkannya dan hasilnya luar biasa ada peningkatan dari kualitas maupun kuantitas “, kata Sudarto via WA pada kabarseputarmuria Rabu 15/5/2024

Melihat kondisi dilapangan Sudarto mengajak kepada petambak untuk beralih teknologi dalam pembuatan garam ini. Sehingga kebutuhan garam industry yang masih mengandalkan impor bisa digantikan produksi petambak garam negeri sendiri. Namun itu semua harus ada kemauan dari petani garam dan juga kebijakan pemerintah yang memberi dukungan terhadap peningkatan kualitas dan kuantitas garam di Indonesia.

“ Monggo jika ada teman teman petambak garam yang  ingin belajar membuat garam bisa bergabung dan hubungi kami . Kita akan kembali belajar bagaimana membuat garam yang lebih baik dari sekarang “, tambah Sudarto.

Salah satu petambak garam yang mempraktekkan cara pembuatan garam dengan teknologi baru ini . Adalah Muhalim petambak garam asal desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak . Ia saat ini menggarap lahan garam di desa Pangggung kecamatan Kedung kabupaten Jepara.

Ia mempraktekan dua teknologi baru pembuatan garam yang dipelajari lewaat Pelatihan Dr. Ir. Sudarto , MM yaitu proses pembuatan garam Na Cl dengan Media Isolator. Selanjutnya juga mempraktekkan Pembuatan garam Industri melalui Teknologi dan Manajemen Tata Lahan Dengan Media Isolator. Dengan dia teknologi ini ia merasakan ada sentuhan baru dalam pembuatan garam.

Muhalim Petambak garam

“ Untuk yang penggunaan Media Isolator semua petambak garam sudah mempraktekkannya . Dulu ketika ada bantuan banyak yang dijual dengan alas an ribet . Sehingga banyak yang menjual Media Isolator itu dengan harga murah . Kini tidak ada yang menyuruh semua beli meski harganya mahal “, kata Muhalim pada kabarseputarmuria Rabu 15/5/2024.

Dengan alih teknologi pembuatan garam ini menurut Halim nantinya produk garam petambak akan berkualitas dan produknya akan naik . Sehingga selain dari segi harga yang lebih bagus juga jumlahnya bertambah banyak . Sehingga target swasembada garam di Indonesia akan tercapai .

“ Namun untuk mengajak mereka bderalih tehnologi memang tidk mudah. Perlu adanya dukungan dari pemerintah utamanya Perikanan Kelautan dan juga Dinas Perindustrian. Saya siap meberi pelatihan kepada teman teman petambak  garam. ( Pak Muin )