DEMAK – Memasuki masa akhir Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 pada 2 Agustus 2021 esok, sejumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Demak terus saja terjadi, kendati secara global di Kabupaten Demak kasus kematian ini mengalami penurunan.

Seperti di Kecamatan Mranggen, Minggu (01/08/2021) kemarin, seorang nenek Ng (70) meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol Covid-19 di TPU Tlogo, Desa Batursari Kecamatan Mranggen.

Almarhumah Ng (70), sebelumnya dirawat di Rumah Sakit K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang. Sejak masuk rumah sakit hingga meninggal dunia, Ng (70) sudah 5 kali dilakukan swab test dengan hasil yang sama, yakni positif Covid-19. Dan pada Minggu pagi pukul 10.45 WIB, Ng (70) dinyatakan meninggal dunia, sehingga pemakaman dilakukan dengan protokol Covid-19.

Babinsa setempat, Serka Sugiono yang ikut mendampingi proses pemakaman mengaku, satu pekan terakhir ini pemakaman warga dengan protokol Covid-19 di Desa Batursari terbilang menurun. Dimana kasus kematian akibat Covid-19 sejak pertengahan Juni lalu meningkat pesat hingga bulan Juli. Dan mengalami puncak kasus pada tanggal 19 Juli 2021.

Menurutnya, Desa Batursari yang berbatasan dengan kota Semarang dengan jumlah penduduk terpadat di Kabupaten Demak hingga mencapai 34 ribu jiwa ini menjadi desa terbanyak kasus kematian karena Covid-19 di Kabupaten Demak.

“Kemarin-kemarin dalam sehari saya bisa mendampingi pemakaman jenazah Covid-19, 2-5 kali. Dan Alhamdulillah, seminggu terakhir ini pemakaman Covid-19 di Desa Batursari menurun,” ungkap Babinsa Koramil 12/Mranggen Kodim 0716/Demak ini.

Terpisah, Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Arh Mohamad Ufiz menyampaikan, agar seluruh warga masyarakat Kabupaten Demak tidak lengah dan abai akan protokol kesehatan, kendati kasus Covid-19 secara umum sudah mulai menurun.

“Kita bersama Pemkab dan Polres Demak bersatu dalam pengetatan di masa PPKM Darurat. Dengan tujuan untuk menurunkan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Demak. Ini tidak akan terwujud jika tidak didukung warga masyarakat. Jangan abai akan protokol kesehatan dan tetap jaga kesehatan diri serta keluarga,” tandas Dandim.