Jepara  – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama’ (LAZISNU) cabang Jepara angkat bicara terkait penggalangan dana online di Kitabisa.com. Ketua LAZISNU Jepara, H Moh Ma’shum Abdul Hamid menjelaskan bahwa semua proses penggalangan dana telah mematuhi aturan dari kitabisa.com dan Pimpinan Pusat LAZISNU. Karena jika tidak mematuhi aturan, maka proses penggalangan akan ditolak.

“Penggalangan dana medis di kitabisa itu tidak mudah, proses verifikasinya ketat. Selain itu kami dimonitor oleh PP LAZISNU, dan Kitabisa terus menerus hingga donasi sampai ke penerima manfaat”, jelas ma’shum.

Penggalangan dana tentunya tidak akan berjalan sebelum pihak penerima manfaat memberikan izin. Sebab, dibutuhkan dokumen keluarga dan dokumen medis dari Rumah Sakit untuk verifikasi di laman penggalangan dana kitabisa.com yang pastinya membutuhkan kerjasama keluarga penerima manfaat.

Selain melakukan verifikasi sebelum sebuah galang dana dipublikasikan, Kitabisa juga mengawal aktivitas galang dana dan pencairan yang dilakukan secara ketat. Jika melanggar aturan, maka dana tidak akan dicairkan. Dana dicairkan ke rekening PP LAZISNU, setelah itu LAZISNU Jepara mengajukan permohonan pencairan dulu. Setelah permohonan diterima, dana baru dicairkan ke rekening LAZISNU Jepara.

Setiap LAZISNU Jepara melakukan pencairan atas dana yang terkumpul, kitabisa.com juga secara rutin meminta kabar terbaru penyaluran dana. Kabar tersebut kemudian dilaporkan secara langsung kepada para donatur melalui kolom update di laman donasi terkait yang secara otomatis terkirim ke email seluruh donatur.

Muhammad Rijal NGO Koordinator Jawa Tengah Kitabisa.com menyatakan tiap kampanye akan dikenakan biaya administrasi sebesar 5 persen, kecuali kategori bencana alam dan Zakat 0 persen (nol persen).

“Seperti website crowdfunding lainnya di dunia, biaya administrasi ini digunakan untuk menutup biaya operasional dan pengembangan teknologi, serta dan layanan Kitabisa agar mudah dan transparan bagi semua orang.” kata Rijal.

Selain itu, Kitabisa juga membantu promosi di media sosial. Komponen biaya iklan dimasukkan ke dalam target penggalangan dana, serta dituliskan secara transparan di halaman galang dana di bagian Rencana Penggunaan Dana.

Sehingga target galang dana yang ditampilkan sudah mencakup kebutuhan sesuai tujuan galang dana dan biaya iklan. Dari donasi yang terkumpul inilah biaya iklan diambil, yakni sekitar 15% dari total donasi ditambah potongan PPN JLN 10% dari biaya iklan.

“100% biaya iklan dibayarkan ke Facebook sebagai platform promosi; Kitabisa tidak mengambil keuntungan dari biaya promosi ini”, pungkas Rijal.

Penggalangan Dana Natasha Angela

LAZISNU Jepara melakukan penggalangan dana untuk Natasha Angela Putri Wina sejak 09 September 2020 untuk bantuan kesehatan. Selain itu, LAZISNU Jepara juga melakukan penggalangan dana pada 28 Januari 2021 untuk Program Gizi.

Penggalangan dana sudah mendapatkan ijin dari keluarga pada Awal September 2020 secara lisan, dan ditambah surat pernyataan yang ditandatangani pada Desember 2020. Pada surat pernyataan tersebut Lilis Supriyanti, ibu dari Natasha menyatakan bahwa

“Perwakilan setuju bahwa target penggalangan dana akan dibuat lebih besar dari kebutuhan pasien, yang kelebihannya akan digunakan untuk membantu pasien lain dan program medis LAZISNU Jepara lainnya”.

Adapun kabar terbaru yang ditulis di kitabisa tersebut sesuai donasi yang sudah dicairkan dari halaman Kitabisa.com/bantuangelberjuang, dimana LAZISNU Jepara telah mencairkan senilai Rp 150.431.129 dari total donasi terkumpul Rp. 195.782.503, dan telah disalurkan sesuai pelaporan di laman tersebut. Sisa donasi yang terkumpul, setelah diberikan kepada Keluarga Natasha disalurkan ke pasien medis lainnya di bawah pendampingan LAZISNU Jepara dan juga Program Kesehatan LAZISNU Jepara. Hal ini sudah tertulis pada laman penggalangan dana tersebut:

“Jumlah donasi yang didapat akan disubsidikan untuk pasien medis lainnya yang didampingi oleh NUCare LazisNU Jepara dan juga PROGRAM KESEHATAN lain oleh NU Care LAZISNU Jepara.”

Selain itu, Penggalangan Dana yang kedua dicairkan sekitar 238 juta dari 354juta donasi terkumpul pada laman Kitabisa.com/gizianakburuh. Sebagian telah disalurkan sesuai pelaporan di laman tersebut. Program Penggalangan Dana ini untuk membantu ratusan anak buruh di Jepara yang kekurangan gizi, khususnya di era pandemi Covid-19. Hal ini sudah tertulis pada laman penggalangan dana sebagai berikut:

“Demi Menanggulangi Gizi Buruk pada Anak, LAZISNU Jepara bentuk Program Bantuan Asupan Gizi untuk anak-anak buruh di Jepara.”

LAZISNU dan kitabisa mengutamakan kebermanfaatan donasi dalam penyalurannya. Oleh karenanya, hasil penggalangan dana diberikan sesuai kebutuhan penerima manfaat dan sisanya disalurkan ke orang lain yang membutuhkan. Bersama Majelis Wakil Cabang NU, LAZISNU Jepara bantu kebutuhan gizi ratusan anak buruh di 16 kecamatan di Jepara. Selain itu, LAZISNU Jepara juga dampingi dhuafa yang membutuhkan bantuan kesehatan namun tidak ada biaya. (MH)