Jepara – Sebelum dikenal ojek online seperti saat ini  lebih duluan ada Ojek Pangkalan  . Tukang Ojek mangkal atau kumpul disuatu tempat umum untuk menunggu penumpang. Misalnya ,Perempatan, pertigaan , Pasar ,atau tempat keramaian lainnya

Salah satunyaadalah  Tukang Ojek yang tempat mangkalnya  di dekat  Pertigaan dekat pasar lama Ngabul ini. Saat ini setidaknya masih ada 8 orang yang mengais  rejeki dari mengantarkan orang ke suatu tempat. Tempat kumpul mereka ada bangunan sederhana dipinggir jalan dengan atas seng bertiang bambu.

Salah satunya warga yang bertahan sebagai ojek pangkalan ini  adalah Pak Maskuri. Warga desa Ngasem ini sudah lima belas tahun tahunan sebagai pengojek pangkalan dengan mengganti keanggotaan temannya yang keluar karena satu hal. Dengan hasil yang seadanya ia tetap rela menunggu para penumpang setiap harinya.

“ Ya dulu sebelum corona penghasilan yang masih lumayan setiap hari bisa dapat bersih Rp 75 ribu . Saat corona ini jarang orang bepergian jadinya penghasilan ya turun drastic paloing banter dapat Rp 40 ribu sudah bersyukur “, kata Pak Maskuri pada kabarseputarmuria Kamis (15/4).

Dulu sebelum ada corona banyak penumpang selain para pedagang ke pasar Bate Alit , ada pekerja mebel dan juga pelajar . Kini sekolah libur sedang beberapa pabrik mebel juga ada yang meliburkan karyawannya. Selain itu sudah ada ojek online sehingga beberapa penumpang pindah menggunakan jasa ojol.

Hal sama dikatakan dikatakan Ngasiman teman Maskuri yang warga desa Ngasem . Ia mulai mengojek pangkalan ini satu tahun sebelum corona menerjang Indonesia. Ketika itu ia kerja serabutan ada teman yang menjual keanggotaan ojek iapun menggantinya dengan baiaya Rp 2,5 juta. Dengan keanggotaaan itu ia bisa bekerja sebagai pengojek.

Semenjak korona ini penghasilannya menurun drastic . Penghasilan bisa berkurang hampir separuh dari sebelum corona . Namun demikian mesipun kondisi sepi ia setiap hari tetap menunggu penumpang di halte sederhana di dekat pertigaan pasar Ngabul bersama Maskuri.

Lewat media ini ia berharap ada vkesejahteraan dan bantuan dari pemerintah untuk ekonomi para pengojek pangkalan. Selain itu ia juga mengharapkan adanya bangunan halte atau temoat tunggu penumpang yang baik tidak seperti sekarang kondisinya rusak kurang nyaman untuk penumpang.

“ Halte ini dulu hasil urunan teman teman kumpul kumpul uang untuk bangun ini biar nayaman tunggu penumpang. Ini sudah rusak kalau ada bantuan ya mohon dibuatkan halte seperti tempat lain “, harap Maskuri yang dituakan di organisasi pengojek khusus Ngabul ini. (Muin)