Jepara – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jepara bertambah lagi. Kali ini dialami seorang pelajar perempuan (17) warga Kecamatan Mayong yang dinyatakan positif Covid-19. Pernyataan ini disampaikan secara resmi oleh Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 dr Fakhrudin, Kamis (23/4/2020) sore, di Ruang Video Conference Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara.

Dijelaskan Fakhrudin, sebelumnya pasien sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit Kudus pada tanggal 11 hingga 18 April dengan penyakit penyerta kategori
sedang. Dengan status PDP dan kondisi menunjukkan kecenderungan membaik, pasien tersebut diperbolehkan untuk melakukan swakarantina (karantina mandiri) di rumah, sambil menunggul hasil swab rumah sakit. “Selama tidak ada gangguan pernafasan, pencernaan, dapat dilakukan isolasi mandiri,” kata Fakhrudin.

Setelah itu, hasil swab keluar pada Rabu (22/4/2020) malam dan yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19. Dengan status tersebut, akan dibawa kembali ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

“RS Kudus yang menjadi tempat pemeriksaan awal saat ini sudah penuh, begitu juga RSUD Kartini Jepara. Ini kita sedang berkoordinasi dengan RS Rehatta Kelet untuk rujukan,” ujarnya.

Dari kasus tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bergerak cepat untuk melukan tracing warga sekitar tempat tinggal pasien. Temasuk beberapa kemungkinan penyebab tertularnya pasien dengan virus korona.

“Hasil traking antara 18 hingga 22 terjadi hal yang tak terduga. Setelah pulang dari RS Kudus, banya teman-temannya yang menjenguk. Sehingga ini juga harus dilakukan penelusuran,” katanya.

Dari hasil tracing, ada beberapa kemungkinan terkenanya virus Covid-19. “Pasien pernah menjalani pengobatan tradisional di daerah setempat. Selain itu juga pernah melakukan kontak dengan pelaku perjalanan dari Jakarta. Ini akan diperiksa lebih lanjut,” katanya.

Hingga saat ini, total sudah ada 4 pasien positif covid di Kabupaten Jepara. Masih menjalani perawatan 2 orang (Mayong dan Nalumsari), sembuh 1 orang (Krapyak) dan meninggal 1 orang (Keling). (Humas Gugus T