Jepara – Seiring dengan penutupan pabrik- pabrik di Jakarta dan sektarnya, dimungkinkan pekerja akan pulang ke daerah, termasuk warga Jepara.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Jepara melalui Satgas Covid 19 melakukan antisipasi. Yakni dengan mendirikan posko untuk memantau arus bus antar provinsi yang masuk di Jepara.

Dikemukakan oleh Arwin Nur Isdiyanto, Ka BPBD Jepara, posko didirikan di sub terminal Welahan dan di Mayong, tepatnya di Mayong Square.

Anggota Posko terdiri dari unsur kesehatan, BPBD, Dishub, TNI Polri beserta relawan. “Posko akan disiagakan selama dua minggu kedepan ,” jelas Arwin

Semantara itu Deni Hendarko, Kepala Dinas Perhubungan Jepara selaku koordinator lapangan Posko menyampaikan, pihaknya sudah menyampaikan kepada pengusaha bus agar armada bus sebelum masuk Jepara singgah dulu ke Posko yang ada. ” Baik yang lewat Welahan maupun Kudus,” papar Deni.

Prosedurnya, bus yang datang bodinya disemprot dengan disinfektan. Kemudian penumpang diperiksa dengan thermo scan (memindah panas tubuh). Hingga tulisan dibuat sudah ada sekitar 12 bus yang masuk, terbanyak lewat Kudus.

Dengan upaya ini diharapkan warga yang masuk Jepara bisa terpantau kesehatannya. Arwin berpesan agar warga tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap hati-hati dan waspada. “Yang terpenting mengikuti arahan yang sudah disampaikan pemerintah.” pungkasnya.

Semantara itu, Mudrikatun, Kepala DKK Jepara menjelaskan prosedur untuk pemeriksaan penumpang bus. Setelah bus berhenti, penumpang turun kemudian cuci tangan dengan hand sanitezer. Selanjutnya bus disemprot. Penumpang bus juga dicatat datanya, nama dan alamatnya.

“Ketika diperiksa dengan thermal scan dan suhunya menunjukkan 38 derajat celcius, maka pasien tersebut kita evakuasi ke rumah sakit terdekat,” ujar Mudrikatun. (Arif D).

Sumber: @jepara.go.id