Demak – Bekerja apa saja  yang peting halal hasilnya itulah yang kini dijalankan oleh Pak Khafidhin warga desa Tedunan kecamatan Wedung . Setiap pagi hari ia parkir di sebuah SD untuk berjualan PAPEDA . Ya PAPEDA adalah makanan kecil dengan bahan tepung kanji , telor , dan aneka rasa. Katanya makanan Papeda ini berasal dari Papua yang telah di modifikasi.

Dulunya pak Khafidhin bekerja serabutan , namun semenjak berjualan Papeda ini ia merasa pekerjaan tersebut bisa menghidupi keluarganya. Sehingga setiap hari ia keluar dari rumahnya dengan sepeda motor sekitar pukul 6 pagi dan pulangnya juga petang menjelang. Dengan modal tidak begitu banyak ia menjalankan usaha ini dengan penuh semangat.

“ Ya awalnya bekerja serabutan , kadang angkut angkut barang , di sawah dan apa saja yang menghasilkan. Iseng iseng melihat youtube dan ketemu penjual Papeda dan ada cara membuatnya lalu di rumah saya coba , hasilnya bagus ya kita coba jualan keliling hasilnya lumayan  dan saya jalankan sampai sekarang “, kata Pak Khafidhin yang ditemui di depan SD Kedung 1 Jepara.

Memang awalnya agak ribet berjualan papeda ini , namun setelah beberapa lama menekuni usaha ini semuanya lancar. Dengan berbekal gerobag di belakang sepeda motor ia membuat papeda dengan bahan baku tepung tapioca , telor puyuh , saos dan aneka rasa. Awalnya penggorengan dipanaskan  lalu tepung cair dituangkan setelah itu telur puyuh lalu saus dan rasa. Setelah setengah kering lalu din gulung dengan stik dari bamboo.

Adapun harga jual papeda ini mulai dari seribu , dua ribu dan tiga ribu rupiah satu bijinya. Jika seribu rupiah tanpa telor puyuh. Dua ribu papeda dengan telor puyuh satu dan tiga ribu dengan telor puyuh tiga. Anak anak sekolah senang akan makanan papeda ini selain guruh rasanya juga ada telornya. Rata –rata satu kali beli satu atau dua biji sehingga dalam satu hari ia bisa membuat seratusan papeda.

“ Jika dibandingkan kerja serabutan ya mending jualan papeda keliling ini , dengan modal  tidak begitu banyak namun hasilnya lumayan sehari bisa untung tujuh puluh ribu hingga seratus ribu. Jadi bagi yang belum ada pekerjaan bisa mencoba jualan papeda ini “, kata pak Khafidhin. //Muin//