Jepara – Berada di stadion Gelora Bumi Kartini Jepara dengan P.  Hendromartojo saat menyaksikan pertandingan persahabatan Persijap Vs Persipura 2 Maret 2019, ,  bagi saya memunculkan kenangan lama. Bukan saja prestasi Persijap kala ia menjadi Ketua Umum Persijap tahun 1997 – 2002 dan saat ia menjadi Bupati dan sekaligus Pembina Persijap tahun 2003 – 2010, tetapi Stadion Gelora Bumi Kartini yg berskala nasional dan sangat megah itu juga dibangun pada masa P.  Hendro.  Stadion itu diresmikan September 2008.

Saat menjadi Ketua Umum Persijap,  tahun 1998 dan 2002, Persijap Yunior berhasil merebut  Suratin Cup,  kasta tertinggi sepak bola yunior Indonesia.  Juga keberhasilan Persijap masuk Devisi Utama th 1999/2000 setelah menjadi juara devisi I. Walaupun sempat terdegradasi,  th 2004 bangkit lagi dan masuk kembali ke devisi utama.

Bahkan pada tahun 2007 – 2010.Persijap berada papan atas dalam kancah sepak bola nasional di Super Liga.  Kala itu Persijap dikenal sebagai pembunuh raksasa,  sebab berhasil mengalahkan Persib Bandung dan Persija Jakarta.  Posisi Persijap di Copa Indonesia juga luar biasa.  Tahun 2005 diperingkat 16 dan tahun 2008 Persijap pada peringkat di 4 besar.

Persijap menjadi tim yang sangat disegani. Bahkan Persijap pernah menjadi satu satunya tim dari Jawa Tengah yang berlaga di kancah papan atas sepak bola nasional. Persijap sangat ditakuti. Apalagi jika bermain di markasnya,  stadion Gelora Bumi Kartini. Pembangunan stadion ini diarahkan untuk menjadi kawasan sport center.

Namun tidak mudah.  Bukan saja harus dikeluarkan dana besar,  tetapi harus memindahkan 43 KK. Karena pendekatan P.  Hendromartojo yang manusiawi,  relokasi ke  kawasan Sekembu juga berlangsung lancar.  Tiap KK mendapatkan tanah hak milik 100 m 2. Mereka membayar dengan harga yang sangat murah.

Untuk kaderisasi pemain,  kala itu dibangun banyak lapangan bola serta kompetisi secara berjenjang secara rutin. Dalam perjalan Persijap tempo doeloe, memang sosok P.  Hendromartojo sangat berarti.  Ia bukan saja seorang ketua umum dan seorang Bupati,  tetapi ia bisa menampatkan dirinya sebagai seorang ayah, sahabat,  teman dan dirijen bagi banyak orang yang kadang berbeda seperti sebuah orkestra. Atau pelangi yg justru keindahannya nampak pada warna yg berbeda.

” Semoga Persijap dapat kembali bangkit di kancah sepak bola nasional.”  pinta Hendromartojo.                 ( Kiriman Hadi Priyanto )