Demak – Demak  kembali memiliki alternatif destinasi  wisata baru. Destinasi ini untuk melengkapi alon alon kota Demak atau Simpang Enam. Obyek itu berbentuk wisata teknologi berupa air mancur menari atau dancing fontain diperkenalkan untuk memberikan hiburan masyarakat sekaligus mendongkrak animo wisatawan.

Air mancur menari dengan warna-warni lampu dan alunan musik itu dapat dinikmati masyarakat di ujung selatan Alun-alun. Tepatnya di balik tulisan Simpang Enam.Air mancur ini jika malam hari akan menjadi pemandangan yang indah . Pengunjung bisa menikmati pemandangan ini bersama keluarga sambil bersantai ria menghilangkan penat

Namun demikian untuk pembukaan awal ini  pemandangan air menari tidk bisa dinikmati setiap malam.  Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Tatu)  Kabupaten Demak sebagai pengelola baru menjadwalkannya pada Sabtu dan Minggu malam serta Hari Besar tertentu.

Bupati Demak HM Natsir sebelum pengguntingan pita mengatakan , dengan adanya Destinasi air mancur berwarna menari ini. Warga Demak yang akan mencari hiburan tidak usah ke Semarang atau Kudus. Dengan datang ke alon-alon Demak akan menambah pemasukan pada kabupaten Demak .

“Destinasi wisata baru itu adalah air mancur menari atau dancing fountain. Tak hanya indah dilihat, namun tempat nongkrong yang asyik untuk berfoto ria,” kata bupati, di sela sahur bersama usai apel tiga pilar, Kamis (7/6).

Simpang Enam, saaat ini  pusat pemerintahan sehingga mendukung perwajahan kota, dekat pula Masjid Agung Demak. Dengan adanya air mancur menari ini warga atau peziarah usai berziarah bisa mampir ke tempat ini untuk menikmati keindahan sambil berfoto ria .Diharapkan dengan tambahan obyek air menari ini kunjungan wisatawan Demak anak naik/

Di sisi lain, Kepala DPU Taru Kabupaten Demak Doso Purnomo melalui Kasi Pertamanan Andi Erwin menjelaskan, air mancur sepanjang 20 meter dibangun dengan biaya APBD 2018 senilai Rp 900 juta. Dikerjakan  rekanan dari Semarang spesialis air mancur pertamanan, Duta Sarana.

“Untuk membentuk formasi dancing fountain  tersebut dipasang  34 unit pompa khusus. Perinciannya dua jenis jet dengan ketinggian empat dan 20 meter, rotari atau memutar, serta kembang empat. Dioperasionalkan dengam listrik total data 11.000 watt,” ujarnya, didampingi Agus Prasetyo dari Duta Sarana.(Muin/Sari)