Demak – Bungo adalah salah satu desa di kecamatan Wedung kabupaten Demak desa ini dipisahkan oleh sungai Wulan yang cukup lebar. Sehingga desa inipun dihubungkan jembatan besar yang dikenal sebagai jembatan “Bungo”. Jembatan ini cukup panjang kurang lebih 100 meter dan cukup lebar.
Jembatan ini dibangun era keperintahan Demak dipimpin pak Tafta Zani. Meski dulu jalan masih sempi namun jembatan ini dibuat lebar untuk masa depan. Rencananya jembatan ini kelak sebagai tranportasi Semarang – Demak via Wedung . Saat ini meski kendaraan kecil sudah ada pengendara dari Semarang menuju Jepara melewati jembatan Bungo ini.
Bagi warga sekitar jembatan Bungo ini menjadi icon karena dengan adanya jembatan ini, Ekonomi warga mulai beranjak naik. Kendaraan mulai lalu lalang di atas jembatan ini dan membuat bdermacam usaha tumbuh di seputaran jembatan ini. Selain warung makan dan minuman , berbagai toko kebutuhan pokok juga mulai didirikan.
Selain itu jika pagi atau sore hari jembatan ini cukup ramai di datangi warga. Selain warga desa Bungo sendiri warga dari luar juga banyak yang datang ke jembatan ini. Ada yang sekedar beristirahat menikmati pemandangan sekitar jembatan, ada yang bertemu teman di jembatan ini. Banyak pula yang datang untuk memancing ikan si sekitar jembatan.
Tidak itu saja tempat ini juga dibuat untuk selfi selfi anak muda yang kemudian diupload media social.Biasanya mereka datang berombongan entah itu komunitas ,atau anak anak sekolah. Keamaian ini biasaya hari Minggu atau libur . Mereka datang ke jambatan ini pagi hari atau sore hari sambil melihat matahari terbit atau tenggelam.
Heri Mao salah satu warga desa Bungo yang tinggal di dekat jembatan ini mengatakan. Jembatan Bungo dari waktu ke waktu semakin ramai . Kini banyak kendaraan kecil sejenis sedan dari Semarang ke Jepara melewati jembatan Bungo. Selain itu kendaraan roda dua intensitasnya makin naik. Keramaian warga yang datang ke jembatan ini juga makin ramai.
Hal ini membuat geliat perekonomian di desa yang sebagian hidupnya melaut semakin terasa. Seperti dirinya ia kini membuka usaha warung kopi untuk warga desa Bungo dan sekitarnya. Warung kopi dan juga makanan kecil lainnya semakin lama semakin ramai.
Harapan ke depan warung kopi yang ia rintis bersama istrinya semakin maju. Selain menyediakan kopi berbagai rasa ,ada juga makanan aneka gorengan . Tak ketinggalan ia sediakan free WIFI agar pelanggannya kerasan dan juga mampir kembali ke warung kopinya.(Muin)