blogdesa.id

Fair & Lovely Dukung 50 Wanita Muda Berprestasi Indonesia Melanjutkan Pendidikan Melalui “Fair & Lovely Bintang Beasiswa”

Jakarta, 31 Juli 2017 Kemarin, sebanyak 50 wanita muda berprestasi Indonesia berhasil mendapatkan dukungan untuk melangkah maju dan meraih impian layaknya wanita modern masa kini di malam inagurasi program Fair & Lovely Bintang Beasiswa yang diinisiasi oleh Fair & Lovely, bekerja sama dengan Hoshizora Foundation.

Fiona Anjani Foebe selaku Head of Face Care PT Unilever Indonesia Tbk. menjelaskan, ”Fair & Lovely Bintang Beasiswa adalah wujud komitmen Fair & Lovely untuk mendukung para wanita muda Indonesia mengembangkan kemampuan diri untuk meraih cita-citanya. Selain akses ke pendidikan tinggi, selama empat tahun Fair & Lovely juga akan memberikan pembekalan untuk para penerima beasiswa berupa pendampingan sebagai pembekalan yang akan sangat bermanfaat untuk mendukung program pendidikan dan juga masa depan mereka di dunia kerja nantinya.”

Rangkaian program Fair & Lovely Bintang Beasiswa dilakukan sejak Februari lalu di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas yang dituju adalah Universitas Gajah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Solo, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Malang dan Universitas Brawijaya Malang.

 

”Saat ini di beberapa daerah di Indonesia, masih banyak yang beranggapan bahwa melanjutkan pendidikan tinggi mengakibatkan beban finansial yang cukup besar di keluarga dan juga tidak bermanfaat untuk wanita sehingga tidak menjadi prioritas utama keluarga. Namun, cukup banyak para pendaftar Fair & Lovely Bintang Beasiswa yang sangat antusias melanjutkan pendidikan memiliki tiga landasan kuat untuk berpartisipasi, yaitu impian, cita, dan orang tua. Mereka memiliki keinginan besar untuk memperbaiki kualitas hidupnya melalui pendidikan sehingga dapat mengejar impian, menggapai cita, dan membahagiakan orang tua,” terang Reky Martha M.A seorang psikolog pendidikan yang juga merupakan Co-founder & President dari Hoshizora Foundation.

Proses seleksi selama hampir enam bulan memiliki beragam cerita seru yang memperlihatkan kesungguhan para pendaftar untuk melanjutkan pendidikan. Beberapa dari mereka bahkan bersedia jauh-jauh datang dari Jawa Timur ke Yogyakarta untuk menyerahkan berkas pendaftaran ke kantor Hoshizora, memastikan berkas sampai dengan baik karena mereka tidak terbiasa dengan jasa pengiriman paket.

Terkait perjalanan proses pemilihan Reky pun bercerita, “Penilaian kami lakukan secara total untuk memastikan kelayakan penerima beasiswa. Pertama-tama, ketika mendaftar dan menyerahkan berkas, kami meminta mereka membuat esai motivation letter terkait seberapa besar keinginan mereka untuk mendapatkan beasiswa. Jika mereka lolos maka lanjut ke tahap wawancara, hingga akhirnya kami melakukan home visit untuk memastikan informasi yang diberikan sesuai. Dalam tiap tahap tersebut banyak juga yang gugur karena tidak memenuhi syarat dan ada pula yang mengundurkan diri karena kurangnya dukungan keluarga.”

Shireen Sungkar selaku brand ambassador Fair & Lovely mengaku sangat senang atas program ini, ”Saya berharap semakin banyak wanita muda Indonesia yang dapat menggapai cita-citanya dengan dukungan dari Fair & Lovely. Semoga 50 orang penerima Fair & Lovely Bintang Beasiswa dapat menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menggali potensi dirinya. Ini merupakan hasil dari kerja keras kalian untuk mengubah hidup menjadi lebih baik. Jangan lelah untuk belajar dan terus tingkatkan wawasan, ayo bersama-sama wujudkan mimpi!”

Berbagai kisah inspiratif para wanita muda yang mengejar impian dan cita mereka begitu mencerminkan kegigihan wanita masa kini yang tidak menyerah pada keadaan untuk memberikan manfaat lebih kepada lingkungan sekitarnya di masa depan. Salah satu contohnya, Bening Lestari dari Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta yang sangat bersyukur terpilih menjadi salah satu penerima Fair & Lovely Bintang Beasiswa. Terlepas dari keadaan ekonominya, ia ingin mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang perawat, karena dengan menjadi perawat, ia dapat bekerja sambil beribadah yaitu dengan menolong orang lain dan membuat mereka jauh dari penderitaan dan rasa sakit. Dia bercerita ketika mengetahui program ini, tanpa berpikir panjang ingin segera mendaftar agar kelak dia bisa mewujudkan impiannya tersebut.

”Kami berharap program ini dapat menginspirasi dan memotivasi wanita Indonesia lainnya agar lebih percaya diri untuk meraih mimpi setinggi-tingginya. Bagi penerima beasiswa diharapkan program ini sangat bermanfaat untuk mendukung mereka meraih pendidikan yang semestinya. Terlebih lagi, kami berharap di tahun-tahun berikutnya program ini dapat terus dilaksanakan, agar terwujudnya generasi wanita Indonesia yang siap membangun bangsa menjadi lebih baik.” tutup Fiona.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply