blogdesa.id

Kirab Budaya Islam Di desa Karangrandu Meriah

Jepara – Warga desa Karangrandu kecamatan Pecangaan Minggu (8/2) menggelar acara kirab budaya Islam. Kirab yang diikuti seluruh wilayah desa Pertanian itu menampilkan beragam budaya . Diantaranya ada pasukan gajah rajah abrahah,miniature ka’bah sampai dengan burung ababil.

Dalam barisan sepanjang lebih satu kilometer itu ada juga budaya local , diantaranya rombongan petani , pedagang , ulama , santri dan juga warga papua. Peserta kirab adalah warga desa Karangrandu dari berbagaiu unsur diantaranya dari RT , RW , Jamaah Musholla dan juga pelajar dari berbagai tingkatan.

“ Kirab budaya Islami ini digelar dua tahun sekali dalam rangka memupuk rasa persatuan dan kesatuan antar warga. Selain itu juga sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW “, ujar Masluri , S Pd tokoh masyarakat desa Karangrandu.

Karnaval karangrandu ada suara 001_0001_0007

Karnaval karangrandu ada suara 001_0001_0004

K

Karnaval karangrandu ada suara 001_0001_0003

Pelaksana kirab ini adalah gabungan dari pengurus ranting NU , Yayasan Pendidikan Alawiyah dan juga pemerintah desa Karangrandu. Selain kirab dan juga kegiatan lain dalam memeriahkan acara maulid Nabi yaitu pengajian umum dan khitanan missal.

“ Nanti malam di gelar acara pengajian umum dan khitanan massal. Peserta Karnaval lomba ini dinilai oleh tim yuri adapun pemberian hadiah dilaksanakan bersamaan acara pengajian. Selain peserta umum hadiah juga diberikan pada peserta dari tingkat pelajar.

Acara karnaval tahun ini cukup meriah sehingga selama pelaksanaan kirab kondisi jalan raya Karangrandu –Pecangaan macet total. Seluruh warga keluar rumah memenuhi pinggir jalan untuk melihat action para peserta kirab. Jika ada hal-hal yang lucu dan unik merekapun memberikan aplaus.

Muslim Aisha pengamat budaya asal desa Karangrandu menyambut positif adanya kirab budaya Islam. Kirab tersebut diharapkan sebagai pembelajaran masyarakat bahwa Islam mempunyai sejarah yang dapat direpresentasikan dalam jaman modern ini.

“ Contoh kongkritnya ada peserta yang membuat tikus raksasa dengan tulisan “ Jika membayar zakat maka ia akan minggat “. Berarti masyarakat tahu jika tidak mengeluarkan zakat ada akibat seperti yang digambarkan “, kata Muslim yang mantan ketua KPUD Jepara.

Muslim mengharapkan kirab budaya Islam ini terus digelar dalam rangka menggelorakan semangat ukhuwah Islamiyah. Selain itu juga sebagai perwujudan rasa persatuan antar warga masyarakat. Mulai orang tua, remaja sampai dengan anak-anak. Namun demikian dia mengharapkan masyarakat terus belajar memahami budaya Islam secara luas. (Muin)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply