blogdesa.id

Masluri : Atasi Tanggul Jebol Rasa Kegotongroyongan Warga Harus Ditingkatkan Kembali

Jepara – Masluri tokoh masyarakat desa Karangrandu kecamatan Pecangaan mengatakan , rawannya tanggul di desa Karangrandu bisa diatasi dengan kesiapsiagaan warga di beberapa jembatan. Jika hujan lebat datang dan air sungai meninggi warga harus bersiap diatas jembatan membuang sampah yang menyumbat jembatan. Dengan membuang sampah yang menyangkut di tiang jembatan air sungai jalannya akan lancar.

“ Namun kenyataannya meski air sudah mulai tinggi , warga membiarkan sampah tersangkut di tiang jembatan . Akibatnya sampah menyumbat aliran air dan kondisi airpun meninggi mengancam tanggul yang rawan “, ujar Masluri pada kabarseputarmuria.

Oleh karena itu dia berharap untuk waktu yang akan datang ,warga harus siap siaga membersihkan sampah-sampah yang menyumbat aliran air sungai. Terutama jika curah hujan tinggi di daerah hulu dan aliran air meninggi warga dari kalangan apapun harus bersatu padu untuk membersihkan sampah.

?????????????????????????????

Drs. Masluri Tokoh Masyarakat Desa Karangrandu

“ Caranya warga dengan peralatan gantol dari besi diharapkan membersihkan sampah dari tiang jembatan. Mulai dari jembatan utara sampai dengan jembatan selatan. Jika itu dilakukan debit air sungai akan lancar dan tidak mengancam tanggul “, tambahnya.

Sebagai pelajaran tahun 2014 lalu desa Karangrandu terdampak banjir yang cukup besar. Selain menggenangi sawah beberapa rumah warga roboh diterjang air banjir. Pada waktu itu ada kegiatan kerja bakti , yang datang hampir semua warga luar bahkan pejabatpun ada yang hadir.

“ Namun sayangnya respon masyarakat kurang , bahkan ada warga yang bisa dikatakan sebagai provokator justru melarang warga untuk melakukan kegiatan kerja bakti “, kata Masluri.

Terutama kalangan yang mampu jika ada kegiatan kerja bakti banyak yang ngumpet di rumah. Yang keluar adalah orang-orang yang notabenenya ekonomi rendah, namun mempunyai kepedulian social yang tinggi. Sehingga ada gerakan kerja bakti merekapun berangkat sukarela.

Mengenai tanggul yang diperbaiki namun hasilnya tidak maksimal. Masluri mengatakan proyek rehabilitasi tanggul ia ibaratkan proyek siluman . Besarnya biaya tidak tercantum dan juga bentuk jadinya seperti apa masyarakat tidak mengetahui.

“ Kalau masalah itu tanya saja pada Petinggi mungkin beliau tahu. Namun saya lihat kemarin air sungai meninggi disela-sela tanggul itu masih keluar air “, katanya menutup sua. (Muin).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply