Kolom Tokoh

Nasib Sang Jelata di Tangan Penguasa Pendosa

Suryokoco Suryoputro : Saat penguasa berkata, Negara menjamin hak hidup dan berusaha.. Tapi kau tak memberi perlindungan untuk yang lemah.. Saat penguasa berkata, Negara menjamin kebebasan beragama.. Tapi kau membatasi agama apa saja yang boleh ada.. Saat penguasa berkata, Negara menjamin penegakan hukum.. Tapi kau tak memberi perlindungan pada mereka yang buta hukum.. Saat penguasa

Mimpi Untuk Indonesiaku

Kalyani Kumiayi : Banyak orang bermimpi untuk menjadi penjaga utuhnya Indonesia , mungkinkah ketika ia sendiri tak mampu menjaga keutuhan keluarganya ? Banyak orang bermimpi untuk mengubah sifat angkara penyelenggara negara, mungkinkah ketika ia sendiri tak mampu mengubah sifat jelek pribadinya sendiri ? Banyak orang bermimpi utk mengembalikan kebersihan hati pemimpin negeri dan jati diri

Pengubah Dunia

Kalyani Kumiayi : Beberapa saat yang lalu seorang teman dekat yang saya kenal selama bertahun-tahun memutuskan untuk berhenti bekerja di perusahaan yang telah menjadi tempat ‘hidup’nya selama 10 tahun terahkir. Diantara semua percakapan yang terjadi ada beberapa hal yang kemudian menjadi perenungan saya , ketika dia dengan wajah sedikit sendu berkata , “Nurut kamu, salah

Seorang Ibu Menggubah Dunia

Kalyani Kumiayi : Pernyataan ini sangat saya yakini kebenarannya. Ketika datang bulan April, dimana kita mengingat Ibu Kartini, marilah kita mencoba melihat emansipasi yang dimaksudkan oleh beliau, benar sudah ada perempuan-perempuan hebat sekarang ini, mereka yang menjadi presiden, mereka yang menjadi menteri pertahanan , mereka yang menjadi perdana menteri. Jika anda mempunyai waktu untuk membaca

Malu

Kalyani Kumiayi :   Kemarin saya berbincang dengan salah satu pemuda yang sedang giat-giatnya mengadakan acara seminar untuk meningkatkan partisipasi generasi muda untuk turut serta membangun Negara Indonesia tercinta ini. Dengan berapi-api dia menjelaskan kepada saya siapa saja orang ‘terkenal dalam bidangnya’ yang ingin diundang untuk mengisi seminar-seminar tersebut. Ada yang motivator, ada yang pakar manajemen,

Alam Yang Mengerti Anda

Kalyani Kumiayi : Kemarin saya pulang kampung , tiba – tiba ketemu dengan seorang teman lama , setelah berbincang seru, tiba – tiba dia melontarkan pertanyaan yang sangat menarik, “Kenapa ya kok bisa orang baik tapi hidup melarat dan orang yang licik, jahat , bisa kaya raya ? Bukankah seharusnya menurut semua ajaran dibuku apa

Profesi Yang Maha Dahsyat

Kalyani Kumiayi : Beberapa hari yang lalu saya membaca di harian Suara Merdeka, ada satu artikel yang berjudul JANGAN MALU MENJADI SIMBOK, judul yang sangat membumi dan sekaligus membuat buku kuduk saya berdiri ( apa iya sudah banyak perempuan yang sekarang ini malu karena HANYA menjadi simbok ? ) Di dalam ulasan tersebut ada kata-kata

Perjalanan Kecil

Kalyani Kumiayi : Di salah satu kesempatan waktu bisa mengambil cuti dari semua kesibukan kerja yang ada, saya menyempatkan untuk berjalan-jalan dan membagi sedikit rejeki yang ada bagi para korban bencana gempa di Jogja.   Diantara puing, debu dan udara yang panas saya berpapasan dengan seorang anak perempuan yang sedang kerepotan menggendong adik kecilnya. Dahinya terdapat

Sebuah Keyakinan

Kalyani Kumiayi : Tidak terasa penghujung tahun sudah tiba, begitu banyak hal yang sudah kita lalui sepanjang tahun ini. Banyak pengalaman, kebahagiaan, kesedihan, kesulitan dan segala macam hiruk pikuk, dalam satu tahun ini sudah kita jalani. Beberapa hal yang telah kita lakukan membuat kita merasa sangat bangga. Bahwa kita telah berhasil mencapai tujuan. Di sisi

Ketidakmampuan vs Ketidakmauan

Kalyani Kumiayi : Beberapa hari yang lalu , saya bercakap-cakap dengan seorang teman lama yang mengeluh seluruh hidupnya sedang kacau balau tidak terkira. la menghadapi perceraian, dan 2 anaknya yang sedang beranjak remaja tiba-tiba memutuskan untuk menjadi ‘pemberontak’. Kesibukan membenahi mental antara rasa takut, kehilangan, dan keminderan menyebabkan ia kehilangan pekerjaan. Sebagai seorang teman lama